AMBON, Siwalimanews – Pemkot Ambon kem­bali memutuskan me­lanjutkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi X se­lama 14 hari kedepan.

PSBB transisi X di­mulai dari Senin (23/11) hingga Senin (7/12) mendatang. Hal ini disebabkan karena angka kematian di Kota Ambon masih tinggi dan mencapai 39 pasien.

Walikota Ambon, Richard Louhe­napessy menjelaskan, Kota Ambon masih lanjut PSBB transisi X. wa­laupun angka penyembuhan tinggi yang mencapai angka 2.943, namun akan terganggu dengan angka ke­matian yang sampai hari ini men­capai angka 39.

“Tetap dilanjutkan saja karena memang sampai hari ini kurang lebih masih terkonfirmasi 412 walaupun tingkat penyembuhan itu sudah hampir 3000 itu cukup signifikan, tetapi dari aspek meninggal itu juga masih bertambah. Nah itu yang mempengaruhi kita punya zona dan skors itu,” jelas walikota kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Senin (23/11).

Kata walikota, angka terkonfirmasi yang naik pesat juga merupakan kerja keras dari pada tim PSBB, sehingga lebih cepat mendeteksi orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi dan juga pasien meninggal.

Baca Juga: Pemkab Malteng Berusaha Pulihkan Ekonomi Daerah

“Nah, saya tidak bisa bayangkan kalau itu sama sekali kita abaikan. Itu dipastikan akan bertambah,” kata walikota.

Walikota mengungkapkan, pihaknya akan lebih perketat pengawasan dari akar rumput, guna untuk mengedukasi masyarakat betapa pentingnya sadar akan protokol kesehatan.

“Dalam waktu dekat ini kita akan konsentrasi sosialisasi ke desa-desa kelurahan tim akan masuk lagi dalam minggu ini,” ujar walikota.

Tak hanya sampau disitu, lanjut walikota, pihaknya akan perketat pemantauan serta tetap mensosialisasikan pentingnya sadar protokol kesehatan di masa pandemi ini di rumah-rumah ibadah yang telah aktif beribadah.

“Kemudian pada hari Jumat dan hari Minggu tim akan berada pada tempat-tempat ibadah untuk bagi lagi masker. Kita mengingatkan mereka untuk itu,” jelas walikota.

Walikota berharap, dengan penurunan skoring serta ancaman kembalinya Kota Ambon ke zona merah, masyarakat dapat menyadari pentingnya menjalankan protokol kesehatan agar tingkat penyebaran di Kota Ambon semakin melanda.

“Saya berharap betul dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, dia bisa memotong mata rantai itu. Saya musti ingatkan covid itu dia tidak berkurang, yang berkurang itu adalah kesadaran masyarakat kenapa?, karena masyarakat sudah jenuh. Bah ini berbahaya betul,” tutup walikota. (Cr-6)