PIRU, Siwalimanews – Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) kini memiliki Tol Laut untuk pemuatan logistik dan hasil laut, serta hasil bumi yang mau dijual ke Pulau Jawa.

Dengan adanya Tol Laut ini,  semua komoditi hasil laut dan hasil Bumi seperti ikan, cengkih, pala, kopra dan hasil bumi lainnya, atau logistik sudah bisa di angkut melalui pelabuhan Hatu Kota Piru Keca­matan Seram Barat, setiap angkut satu bulan sekali.

“Adanya Tol laut ini dapat meri­ngankan masyarakat SBB khusus­nya para pedagang maupun peng­usaha untuk melakukan pengiriman barang dari Piru-Tanjung Perak atau Tanjung Perak-Piru, sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Ka­bupaten SBB,” ungkap Bupati Timotius Akerina,  kepada Siwalima, usai pencanangan Tol Laut yang berlangsung di Pelabuhan Hatu, Senin (24/1).

Bupati mengatakan, dengan HUT SBB yang ke-18 ini SBB akan terus bangkit dan maju dalam upaya membawa kesejahteraan kepada masyarakat  di Bumi Saka Mese Nusa, salah satunya dengan memi­liki Tol Laut ini.

Dijelaskan, salah satu bentuk pelayanan publik  kepada masya­rakat adalah terpenuhnya semua kebutuhan pokok, terutama untuk angkutan barang dari daerah terti­nggal, terpenci, terluar dan perba­tasan di SBB, hal ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 27 tahun 2021 dan Peraturan Menteri Perda­ga­ngan Nomor 53 tahun 2020 serta Keputusan Dirjen Perhubungan Laut No.998/DJPL/2021.

Baca Juga: Pangkas DAK, Maluku Sulit Keluar dari Kemiskinan

Kata Akerina, dengan adanya Tol Laut di SBB ini sinergitas dan kerja sama dengan seluruh stakeholder baik pemerintah daerah, kemen­terian, lembaga serta operator agar implementasi progran Tol Laut untuk mencapai hasil dan manfaat yang besar bagi masyarakat Indonesia  khususnya di SBB.

“Tol Laut ini dapat meningkatkan kelancaran arus distribusi, barang pokok dan barang penting antar wilaya, demi menjaga stabilitas harga,  mingkatkan perdagangan antar pulau, menjaga integritas pasar dalam negeri, juga meningkatkan perekonomian daerah serta memudahkan pelaku usaha dalam melakukan perputaran bisnis,” kata Bupati.

Lanjut Bupati, pelaksanaan Tol Laut yang memiliki rute Tanjuk Perak Surabaya langsung ke Piru dan rute lainnya melalui beberapa daerah di Provinsi Maluku Utara , tentunya akan memberikan dampak positif kepada pelaku usaha dan persamaan terhadap harga barang kebutuhan pokok masyarakat yang terjangkau.

Disamping itu tujuan dari pelaksanaan Tol Laut ini, selain juga untuk memudahkan masyarakat dalam pengiriman  barang langsung ke wilayah SBB juga akan membantu para pedagang pengumpul hasil bumi dalam memasarkan komoditas unggulan daerah langaung langsung ke daerah lain.

“Mari kita bersama-sama mnedukung program pemerintah Tol Laut ini agar  dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Untuk itu saya berharap, para pelalu usaha di daerah ini dapat  memanfaatkan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya. (S-48)