AMBON, Siwalimanews – Dengan pengawalan eksta ketat oleh aparat TNI – Polri, sebanyak 920 vaksin Sinovac Covid-19 telah tiba di Kantor Dinas Kesehatan Kota Tual, Rabu (27/1), tepat pukul 17.48 WIT.

Vaksin tersebut dibawah pihak ketiga yakni PT. Pos Indonesia dan dijemput langsung Walikota Tual Adam Rahayaan, Wakil Walikota Usman Tamnge, Ketua DPRD Kota Tual Hasan Syarifudin Borut, Plt. Kadis Kesehatan Kota Tual drg Max Tingogoy bersama Pimpinan OPD serta perwakilan Pimpinan TNI – Polri.

Walikota Tual, Adam Rahayaan, dalam sambutannya, mengatakan bahwa kedatangan vaksin di Kota Tual, sesuai jadwal kedatangan Vaksin Sinovac akan tiba di Kota Tual, Selasa (26/1), namun akibat cuaca buruk, vaksin Covid-19 baru tiba di Kota Tual, Rabu (27/1) oleh karena itu selaku pimpinan di daerah ini mohon maaf atas keterlambatan dimaksud.

“Saya ucapkan terimakasih kepada PT. Pos Indonesia sebagai pihak ketiga yang mengantar jatah vaksin sinovac Kota Tual, dan juga kepada TNI – Polri yang membantu mengawal distribusi vaksin sampai di Kantor Dinkes

Kota Tual” ujar Walikota. Ditambahkan pula bahwa sebanyak 920 vaksin sinovac jatah Kota Tual, berukuran kecil, dan dikawal ketat TNI – Polri, karena aturan protokoler sudah diatur seperti itu.

Baca Juga: Jatah Kuota BBM di KKT akan Ditambah

“Vaksin sinovac sudah ada dihadapan kita, nanti teknisnya akan diatur oleh Dinas Kesehatan Kota Tual, secara bertahap dan penentuan klaster yang duluan menerima vaksin tersebut,” Ujarb Walikota Tual. Pada kesempatan itu Walikota Tual minta Dinkes Kota Tual untuk menjelaskan secara detail dan teknis kelompok masyarakat yang menerima vaksin sinovac, maupun yang tidak lagi disuntik vaksin karena sudah terkonfirmasi positif Covid-19.

“Saya minta Kadis Kesehatan jelaskan kepada publik, tentang tata cara dan mekanisme penggunaan vaksin sinovac, seperti saya, Ketua DPRD, Waka DPRD Kota Tual yang tidak disuntik vaksin, karena sudah terkonfirmasi Covid-19, termasuk penderita penyakit diabetes,darah tinggi dll, agar tidak ada politisasi berita di masyarakat,” ujar Rahayaan.

Sementara itu Plt. Kadis Kesehatan Kota Tual, drg. Max Tingogoy, mengaku jatah vaksin Kota Tual sudah dinantikan sejak lama, karena berbagai persiapan telah dilakukan.

Dikatakan, Dinkes akanmenerapkan prinsip kehatihatian, sebab harus menjamin rasa aman bagi masyarakat.

“Sesuai petunjuk penggunaan vaksin sinovac yang jadi sasaran utama adalah seluruh petugas kesehatan, yakni penyuntikan pertama pada hari yang ditetapkan, kemudian empat belas hari kemudian masuk penyuntikan kedua “ jelas Plt. Kadis Kesehatan. Menyoal permintaan Walikota Tual soal siapa yang berhak menerima vaksin sinovac, menurut Tingogoy, tidak semua warga masyarakat dan pejabat daerah divaksinasi. (S-16)