50 Lulusan FISIP Unpatti Diyudisium

AMBON, Siwalimanews – 50 lulusan FISIP Unpatti dikukuhkan sebagai sarjana pada rapat senat dalam rangka yudisium periode II Agustus 2019 dan penggelaran lulusan FISIP.

Rapat Senat tersebut dipimpin Dekan FISIP Unpatti, Tony Donald Pariela didampingi Ketua Senat Aholiab Watloly dan anggota Senat lainnya tersebut, dipusatkan di Aula Kampus FISIP Unpatti, Selasa (4/9).

50 sarjana baru yang diyudisium tersebut masing-masing berasal dari program studi (Prodi) Sosiologi 42 orang, Prodi Administrsi Publik 6 orang dan Prodi Ilmu Pemerintahan 2 orang.

Rektor Unpatti, MJ Saptenno dalam sambutannya mengharapkan agar para lulusan FISIP tahun ini tidak hanya berpikir untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil, namun harus bisa membuat inovasi dan terobosan-terobosan baru.

“Biasanya kalau kita sudah jadi sarjana, pasti kita akan berpikir untuk menjadi PNS, tapi bagaimana kalian sebagai lulusan Fisip Unpatti bisa kembangkan ilmu pengetahuan yang dimiliki dengan membuat inovasi dan terobosan-terobosan baru,” pinta Sapteno.

Ia  mencontohkan salah satu lulusan FISIP Unpatti yang dapat menciptakan usahanya sendiri dengan menjual halia di Pasar Senin, Jakarta.

“Ini suatu kebanggaan buat saya bahwa ada lulusan FISIP Unpatti yang miliki inovasi seperti itu dan kalian tahu dalam setahun, dia dapat menghasilkan uang puluhan juta rupiah,” ujar Sapteno.

Dekan FISIP Unpatti, Tonny D. Pariela dalam sambutannya juga berharap, lulusan kali ini tidak cukup hanya mendapat bekal ilmu pengetahuan semata dari almamater ini saja namun  secara terus menerus harus mampu untuk mengembangkan diri serta  mampu melakukan introspeksi demi penyempurnaan dirinya.

Lulusan FISIP Unpatti periode ll bulan Agustus menghasilkan dua lulusan terbaik dengan predikat pujian/cumlaude dengan nilai IPK tertinggi yakni 3,80  atas nama Suci Nurdia Kaplale dan Krestopol Marifon Polibo dengan IPK 3,4i dengan masa studi tercepat 3 tahun 11 bulan. (S-45)

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *