DOBO, Siwalimanews – Hampir 1 ton sampah campuran organik dan non organik berjasil diberihkan dan diangkut koleh Badan Lingkungan Hidup Aru di Pantai Sipur, Kelurahan Siwalima, Kecamatan Pulau-pulau Aru, Kamis (17/6),

Aksi coral trigle day ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Laut Se-dunia dan hari Segitiga Terumbu Karang oleh Kementerian Kelautan Perikanan dan Dina Perikanan Aru.

Direktur P4K Kementerian Kelautan dan Perikanan M Yusuf dalam sambutannya saat membuka kegiatan itu mengatakan, sampah harus diatasi bersama-sama atas kesadaran masing-masing perseorangan masyarakat, khususnya di wilayah pemukiman padat penduduk di pesisir pantai.

“Bapak menteri memerintahkan agar kami turun langsung untuk mengkampanyekan dan mensosialisasikan pengelolaan dan mengatasi masalah sampah,” tandasnya.

Selain itu kata Yusuf, Menteri KKP juga memerintahkan agar semua orang harus peduli dengan sampah, agar dapat mengurangi sampah yang ada di pesisir dan laut, karna sampah mengandung banyak penyakit.

Baca Juga: Eksekusi BB Farida Yusuf, Kejari Setor Rp 2,6 Milliar ke Kas Negera

Sementara itu Wakil bupati Aru Muin Sogalrey mengaku, permasalahan sampah di pantai dan laut di kota Dobo dan juga di seluruh wilayah Kabupaten Aru sangat kompleks.

Pasalnya, selain sampah yang berasal dari aktivitas warga yang berdomisili di Dobo, sampah juga berasal dari kegiatan nelayan dari Pulau Jawa yang singgah di kota ini. Bahkan Dobo dijadikan tempat pembuangan sampah yang berasal dari kapal Pelni yang berlabuh yang rata-rata menurunkan sampah sebanyak 5 ton/bulan.

“Oleh karena itu, kami sangat berharap kepedulian pemerintah pusat untuk memberikan dukungan bagi pengelolaan sampah di Aru,” pintanya.

Sampah plastik telah menjadi ancaman yang serius, tidak hanya mengancam ekosistem dan biota laut, namun juga pada akhimya dapat mengancam kehidupan manusia, sebab sampah plastik di laut dapat terurai menjadi mikroplastik yang akan dimakan oleh ikan atau biota laut lain, dan pada akhimya akan menimbulkan masalah kesehatan kepada manusia.

Untuk itu, sampah laut khususnya sampah plastik harus dikelola dengan baik agar tidak bocor ke laut. Untu itu kegiatan ini dilaukan untuk saling mengingatkan, tentang bahaya yang tersembunyi, yang dapat mengancam kehidupan anak cucu di masa mendatang, akibat kebiasaan membuang sampah ke laut.

Aksi yang dilaksanakan hari ini, merupakan upaya nyata bagi perlindungan terumbu karang dan kehidupan laut lainnya dari ancaman sampah.

“Kami berharap masyarakat dapat sadar, bahwa kebiasaan membuang sampah ke laut pada akhirnya akan merugikan kesehatan kita sendiri, untuk itu harus dihentikan,” himbaunya.

Sementara itu, Deputi Pengendalian Sampah dan Lingkungan Kemenko Marves menambahkan, sampah plastik telah menjadi salah satu masalah utama di laut dan di pesisir.

Sampah-sampah plastik tersebut biasanya berasal dari pesisir pantai, tempat objek wisata yang dibuang, dan terbawa gelombang, maupun berasal dari pelabuhan-pelabuhan pantai, dan aktivitas nelayan di pelabuhan perikanan, atau berasal dari rumah tangga di perkotaan, kemudian dibawa oleh arus ombak dan bermuara di laut dan pantai.

Penumpukan sampah ini, dinilai memberi dampak tersendiri bagi kelangsungan ekosistem laut dan pesisir, karena sifat sampah yang sulit terurai dalam waktu yang sangat lama.

“Bahaya sampah plastik dapat mengakibatkan beberapa kerugian, seperti pencemaran tanah dan air yang berada di bawahnya, mengganggu rantai makanan, polusi udara dan dapat membunuh hewan,” jelasnya.

Untuk diketahui kgiatan itu dihadiri Deputi Pengendalian Sampah dan Lingkungan Kemenko Marves Sukandar, Direktur P4K KKP Muhammad Yusuf, Kasi Retorasi P4K KKP Hendi Koeshandoko, Wakil Bupati Aru Muin Sogalrey, Sekda Moh. Djumpa, Danlanal Aru Letkol Laut (P) Choirur Roziqin, Kajari Andi Panca Sakti, Kasat Binmas Polres Aru AKP Olof Bembuain, Kadis DKP Aru J.Gutandjala dan Kadis BPLH Fredik Gaite. (S-25)