Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025-2045.

Kegiatan ini bertujuan untuk menjaring permasalahan serta isu strategis daerah guna merumuskan program-program prioritas yang akan dilaksanakan dalam 20 tahun ke depan.

Dalam sambutannya, menegaskan bahwa program-program prioritas yang dirumuskan dalam Musrenbang ini harus terus diperkaya dengan inovasi agar mampu menjawab tantangan pembangunan, selaras dengan dinamika perkembangan zaman serta kebijakan nasional yang ada.

“Musrenbang harus tetap menjaga esensinya sebagai wadah partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun Kabupaten Maluku Tengah sesuai dengan Visi RPJPD, yaitu ‘Maluku Tengah maju, mandiri, dan sejahtera didukung sumber daya Kepulauan yang berkelanjutan” ujar Bupati Zulkarnain Awat Amir dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Silviana Mattemmu saat membuka Musrenbang RPJMD Malteng di lantai 3 Kantor Balitbangda di Masohi, Selasa (11/2).

Lebih lanjut, Bupati menekankan beberapa poin penting untuk memastikan RPJPD Kabupaten Maluku Tengah 2025-2045 tidak sekadar menjadi dokumen perencanaan, tetapi dapat diimplementasikan secara efektif guna mencapai target pembangunan daerah.

Baca Juga: Noach Minta  Pemprov Perhatikan Masalah Kesehatan di MBD

“Musrenbang ini adalah sebagai Forum Aspirasi yang  harus menjadi wadah efektif dalam menampung aspirasi dan masukan dari berbagai pemangku kepenti­ngan, sehingga menghasilkan kebijakan perencanaan yang solutif dan menjawab tantangan pembangunan jangka panjang. Selain itu juga harus ada Optimalisasi Pengelolaan Potensi Daerah Pengelolaan sumber daya daerah harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan permasalahan dan isu strategis pembangunan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” urainya.

Lebih jauh bupati menambahkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan Pembangunan yang sukses memerlukan keterlibatan aktif semua pihak, termasuk non-pemerintah.

“Komitmen bersama menjadi kunci utama dalam menyelesaikan tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Selain itu sinkronisasi  RPJPD Kabupaten Maluku Tengah harus sejalan dengan RPJPN 2025-2045 untuk menjamin kesinambungan dan keselarasan antara pembangunan pusat dan daerah,” katanya.

Mengakhiri sambutannya Bupati Zulkarnain berharap agar Musrenbang ini tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi benar-benar menjadi ruang diskusi dan kolaborasi bagi seluruh peserta untuk merumuskan solusi inovatif dan berkelanjutan demi kemajuan Kabupaten Maluku Tengah.

“Semoga hasil Musrenbang ini dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat Maluku Tengah dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Mari kita jalankan ikhtiar ini dengan penuh tanggung jawab dan komitmen bersama,” tutupnya. (S-17)