AMBON, Siwalimanews – Tingkat kedisiplinan masyarakat Kota Ambon mulai membaik, hal itu ditandai dengan, masyarakat mulai sadar dengan penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah. Walikota Ambon, Richard Louhe­napessy optimis jika masyarakat tetap meningkatkan protokol kesehatan kedepan Ambon segera masuk zona merah.

“Mudah-mudahan, dua minggu lagi, kalau kita bisa bekerja keras itu zona bisa kuninglah,” ungkap Walikota kepada wartawan usai melaunching Duta Perubahan Perilaku, di kawasan Ahusen, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Selasa (3/11).

Diakuinya, scooring zona di Kota Ambon perharinya mengalami progres yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Sehingga diharapkan upaya yang dilakukan oleh petugas lapangan yakni sosialisasi secara persuasif yang tak henti dapat membawa Ambon masuki zona kuning.

“Sudah bagus sekali, zona kita orange, tapi scoring sudah naik tinggi, naik sekali, semoga bisa masuk ke kuning,” ujarnya.

Selain itu, Walikota manambahkan, Kota Ambon dapat keluar dari zona merah pada, (21/11) lalu itu berkat kegigihan petugas lapangan yang tak henti melakukan sosialisasi secara persuasif.

Baca Juga: Pengurus Sinode GKPII Silahturahmi ke Kapolda Maluku

Langkah pendisiplinan yang selama ini dilakukan dengan menggunakan denda bagi pelanggar protokol kesehatan (prokes), serta masyarakat yang juga sudah mulai sadar dengan pelaksanaan prokes, berefek para peta zonasi Kota Ambon.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon, Wendy Pelupessy mengatakan, untuk ketiga kalinya Kota Ambon keluar dari peta zonasi merah.

“Untuk ketiga kalinya Kota Ambon kembali keluar dari zona merah ke zona orange, dengan scoring 1,93 dari scoring zona sebelumnya hanya 1,72,” ungkap Pelupessy kepada wartawan di Ambon.

Pelupessy menambahkan, untuk tingkat kesembuhan di Kota Ambin sendiri, sampai  dengan saat ini telah mencapai 2.244, yang dalam perawatan berjumlah 646. Sedangkan pasienn Covid-19 yang telah meninggal 32 orang. (Cr-6)