AMBON, Siwalimanews – Tim relokasi Pasar Mardika yang dipimpin Sekretaris Dinas Perin­dustrian dan Perdagangan (Dis­perindag) Kota Ambon, Janes Aponno, Senin (24/8), melakukan pembongkaran pada sejumlah lapak kosong tak berpenghuni.

Pantauan Siwalima, pembong­karan itu dilakukan sejumlah lapak milik pedagang di kawasan Pasar Apung Mardika.

Namun sayangnya, pembong­ka­ran yang rencananya dilakukan pada lapak blok 1-3 hanya dila­ku­kan pada beberapa lapak saja  yang telah ditinggalkan penghu­ninya, dan sebagian lagi tak dila­ku­kan, sebab masih banyak peda­gang yang tetap beraktivitas seperti biasa.

Padahal para pedagang ini sudah mendapat pemberitahuan untuk mengosongkan  dan mem­bongkar sendiri lapak dan kios mereka guna memperlancar pro­ses revitalisasi Pasar Mardika.

Sayangnya, masih ada saja pedagang yang bandel dan tetap beroperasi walaupun sudah diberi­tahukan. Seperti di Pasar Apung Mar­dika, saat petugas gabungan Satpol-PP Kota Ambon bersama Satgas Aman Nusa II yang terdiri dari TNI dan Polri yang dipimpin Janes Apo­nno melakukan penerti­ban, didapati sebagian besar pe­dagang yang mengacuhkan surat pemberitahuan dari pemkot dan memilih tetap melakukan aktivitas jual beli.

Baca Juga: 4 Hari, 113 Warga Ambon Positif Corona

Atas temuan tersebut, Appono ge­ram, ia pun memberikan batas waktu kepada pedanggang yang masih melakukan aktivitas untuk segera membersikan lapak dan kios me­reka hingga hari ini, Selasa (25/8).

Ia bahkan mengancam, jika pada Selasa besok masih ada aktivitas di lapak-lapak yang masuk kawasan revitalisasi, maka dirinya akan mengerahkan alat berat dan mem­bongkar paksa lapak pedagang yang masih membandel.

“Kami sudah sampaikan surat pemberitahuan kalau pasar ini mau di perbaiki, kemarin juga petugas sudah turun dan berikan peringatan, namun hari ini masih banyak yang membandel. Saya kasih waktu hari ini segera angkat barang barang dan tinggalkan lapak. Besok kalau saya temukan masih ada lagi, maka saya akaan kerahkan ekscavator untuk langsung menggusur tanpa tole­ransi. Malam ini juga saya akan perintahkan PLN putuskan aliran listrik di sekitar pasar,” tegas Aponno saat menemui para pedagang.

Menurutnya, apa yang dilakukan pemerintah saat ini,  guna memberikan tempat yang layak dan rasa nyaman kepada pembeli dan pedagang ketika pasar sudah direvitalisasi nanti.

Selain memberikan waktu kepada pedagang yang masih beroperasi, petugas gabungan mulai membo­ngkar sejumlah lapak dagangan yang sudah ditinggal kosong. Ali salah satu pedagang yang belum meninggalkan lapaknya saat dite­mui Siwalima, membenarkan kalau mereka sudah mendapat pembe­ritahuan dari pemkot beberapa hari sebelumnya.

Tapi, ia alami kesulitan memin­dah­kan barang dagangannya, lantaran lapak baru yang akan di­tempatinya sementara diperbaiki. Walaupun demikian, ia merespon adanya operasi gabungan tadi dan memastikan akan segera mengo­songkan  lapaknya petugas hari ini membongkarnya.

“Lapak yang baru masih diper­baiki makanya belum pindah, tapi ini petugas sudah datang dan ma­sih beri kesempatan jadi setelah ini saya bersih-bersih lapak  dan pindah sebelum besok hari (hari ini Red),” pungkasnya.

Selain itu Apono yang ditemui usai pembongkaran tersebut me­ngungkapkan pihaknya sudah memberikan kelonggaran waktu hingga, Selasa (25/8) sampai de­ngan batas waktu yang ditentukan tak kunjung juga dibersihkan maka pihaknya yang akan mengambil tindakan tegas. (Mg-6)