Tenaga Medis RSUD Cenderawasih Ancam Mogok Kerja

DOBO, Siwalimanews – Puluhan tenaga medis yang bertugas di RSUD Cenderawasih Dobo mengancam untuk mogok kerja dan menghentikan pelayanan.

Mereka melakukan aksi damai, Rabu (13/5) memprotes kebijakan Pemda Kabupaten Aru yang berencana mempotong alokasi anggaran sebesar Rp 7 miliar ke rumah sakit.

“Bapak bupati dan DPRD Aru, kami tidak pernah libur, maka jangan potong hak-hak kami. Jika harus pemotongan anggaran RSUD, maka tutup saja Rumah Sakit Umum Dobo, semoga tidak ada yang sakit di negeriku. Dan silahkan dana, proyek tapi jangan potong hak-hak kami,” bunyi tulisan yang mereka tempelkan di pintu depan RSUD Cenderawasih.

Mendengar informasi, kalau tenaga medis melakukan aksi demo damai,  Pansus Covid-19 DPRD Kabupaten Aru mendatangi RSUD Cenderawasih.

Kepala Bidang Penunjang RSUD Dobo, Melani L. Gainau mengatakan, informasi pemotongan anggaran diperoleh saat rapat dengan Direktur RSUD, Wati Gunawan.

Akibat pemotongan itu, maka hak-hak honorer dipending, uang makan pasien dikurangi, uang makan pegawai dihilangkan, bahkan hingga obat-obatan pun dihilangkan

“Tenaga medis yang ada di RSUD Cenderawasih Dobo didominasi tenaga honorer, sehingga jika dipotong, maka tutup saja pelayanan di rumah sakit,” tandas Gainau, kepada Pansus Covid-19 DPRD Aru.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Pansus Covid-19 DPRD Aru, Djafarudin Hamu mengungkapkan, hasil rapat pansus bersama Bupati Aru Johan Gonga, tidak ada pemotongan hak tenaga honorer dan uang makan PNS, apalagi menghilangkan anggaran obat-obatan.

“Malahan untuk tenaga medis ditambahkan anggaran, karena mereka merupakan garda terdepan dalam kondisi ini,” tandas Djafarudin Hamu.

Hamu kembali menegaskan, tidak ada yang namanya pemotongan hak-hak honorer, dan PNS, apalagi tenaga medis. Ditambahkan boleh, tetap pemotongan tidak ada.

“Sehingga diharapkan agar adik-adik dan bapak ibu tenaga medis tetap laksanakan tugas seperti biasa, dengan selalu menjaga kesehatan,” ujarnya.

Sementara Direktur RSUD Cendrawasih, Wati Gunawan yang dihubungi membantah pernyataan yang disampaikan anak buahnya, Melani L. Gainau.

“Apa yang disampaikan staf saya, Melani Gainau itu tidak benar. Anggaran RSUD sama sekali tidak ada pemotongan sedikitpun,” tandas Wati kepada Siwalima, saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Menurut Wati, rapat bersama stafnya yang berlangsung Selasa (12/5) hanya membicarakan soal masalah laroratorium. Tak ada membahas pemotongan anggaran.

“Memang kemarin ada rapat tapi tidak resmi, dan hanya bicara soal laboratorium, karena selama ini kinerja di laboratorium sangat tidak mendukung dalam pelayanan, makanya dibicarakan masalah tersebut,” jelasnya.

Kemudian ada yang meminta penambahan televisi. Namun Wati menyampaikan, kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk pembelian televisi.

“Saya sampaikan kondisi anggaran seperti ini, jangan dulu karena kita ada diminta untuk refocusing dana DAU untuk Covid, 50 persen, tapi akhirnya melalui duduk bersama dengan tim anggaran pemda, RSU tidak dipotong.  Jadi semua aman saja dananya, karena mereka (tim anggaran) juga tahu kalau RSU bekerja untuk pelayanan publik,” ujarnya. (S-25)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *