DOBO, Siwalimanews – Sempat terjadi kete­gangan di halaman par­kir Bandara Rar Gwamar Dobo, ketika 17 ABK KM Sejahtera 88 tiba, Jumat (24/4) pagi dengan pesa­wat Wings Air.

Ketujuh belas orang ini, memiliki KTP campu­ran diantaranya Sura­baya dan Jakarta, yang merupakan wilayah zona merah virus corona.

Saat tiba, tidak ada yang men­jemput mereka, hingga sempat terjadi ketegangan dengan warga yang berada di bandara.

Aparat kepolisian yang berada di pos  bandara kemudian melaku­kan koordinasi dengan pihak perusahaan KM Sejahtera 88.

Ketujuh ABK tersebut terpaksa dijemur di halaman parkiran bandara menunggu koordinasi gugus tugas bersama Sat Bimas Polres Aru.  Tak lama kemudian pengurus perusahaan, Ny. Azeng datang.

Baca Juga: Pemprov Diminta Sosialisasi Pembebasan Denda Pajak

Ny. Azeng saat dikonfirmasi mengaku, kedatangan 17 ABK itu tanpa sepengetahuannya.  “Saya baru tahu, karena mereka telepon, ketika mereka dicegat di bandara. Tidak ada koordinasi dari perusa­haan dengan saya sebagai peng­urus di Dobo, sehingga  saya tidak tahu mereka datang,” ujarnya.

Dia mengatakan, sudah diberi­ta­hukan kepada pimpinan, bahwa jangan dulu kirim ABK ke Dobo, karena tidak bisa melaut akibat virus corona.

“Namun yang terjadi hari ini jadi bingung saya sendiri, karena tanpa pemberitahuan tiba-tiba mereka muncul,” ujarnya.

Para ABK itu sudah diarahkan ke kapal oleh petugas gugus tugas. Selama empat belas hari mereka tetap berlabuh di tengah laut dan dilarang merapat di pelabuhan.

“Mereka sudah di kapal dan sementara berlabuh di tengah laut dengan stok makanan selama empat belas hari kedepan,” ujar­nya.

Sementara informasi yang diperoleh, jumlah penumpang yang tiba di bandara Rar Gwamar sebanyak 60 orang. Rinciannya, dari Surabaya sebanyak 25 orang, Solo 5 orang, Makassar 6 orang, Ambon 21 orang, Manado 1 orang, Semarang 1 orang dan Yogyakarta 1 orang. Hasil pemeriksaan suhu tubuh mereka semua­nya normal. (S-25)