AMBON, Siwalimanews – Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon Ferdinand Tasso kepada wartawan, di Baileo Rakyat Belakang Soya, Rabu (4/10) menegaskan, pasca kejadian yang terjadi di SD Xaverius, maka kedepan tindakan medis seperti imunisasi, vaksin atau apapun harus ada persetujuan orang tua murid.

“Kedepan harus ada surat pernyataan. Seperti sama halnya yang dilakukan oleh rumah sakit misalnya, kalau ada tindakan yang mau diambil kepada seseorang harus ada semacam surat pernyataan. Itu yang akan dilakukan kedepan,” tegas Tasso.

Ia menegaskan, pada prinsipnya, dari sisi pendidikan, pihaknya tentu mendukung program pemerintah. Namun diharapkan kedepannya, akan ada koordinasi dan soaialisasi yang maksimal dari Dinas Kesehatan, sehingga menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

“Jadi kembali lagi ke peristiwa Xaverius, bahwa ini sebenarnya soal misskomunikasi antara sekolah dalam hal ini guru, dengan orang tua yang berujung pada peristiwa itu. Untuk itu kedepan, akan lebih dimaksimalkan soal sosialisasi dan koordinasi, terutama oleh Dinas Kesehatan yang punya program,” ujarnya.

Imunisasi yang dilakukan di sekolah tambah Tasso, dilakukan oleh Dinas Kesehatan ke lembaga pendidikan, untuk itu koordinasi harus lebih dimaksimalkan lagi, sebab program ini bukan dari Dinas Pendidikan, namun merupakan program Dinas Kesehatan.

Baca Juga: Raih Akreditasi Paripurna, Sekda Harap RSUD Bula Jadi BLUD

“Jadi kedepan harus ada persetujuan orang tua untuk tindakan medis bagi anak mereka di sekolah,” tandas Tasso. (S-25)