MASOHI, Siwalimanews – Kontraktor KKS Balam Energy Ltd yang bergerak dibidang eksplorasi migas membidik wilayah Maluku Tengah sebagai satu dari sejumlah lokasi wilayah kerja migas Block East Seram.

Namun untuk menuju ke sana, Balam Energy akan melakukan survei sesmik 2D untuk memastikan ada tidaknya cadangan migas.

“Kami akan melakukan survei kandungan migas di wilayah Seram Utara Kabupaten Malteng dan juga di SBT, untuk kepentingan investasi di bidang migas,” ujar Seismik Operational Manager Balam Emergy Ltd Defri Setiadi, usai sosialisasi rencana survei seismik 2D bersama Bupati Malteng, Tuasikal Abua di Baileo Ir Soekarno Masohi, Rabu (30/9).

Dijelaskan, Balam Energy mempunyai proyeksi survei seismik 2D pada area laut dan darat. Namun karena pandemi, perusahaan ini untuk sementara hanya akan melakukan survei di laut dan itu akan berlangsung selama tiga hari dengan menggunakan kapal.  Sementara survei di daratan rencananya akan dilakukan pada awal tahun 2021 mendatang.

“Untuk survey di darat sebenarnya dimulai pertengahan tahun ini, tapi karena pandemi, kita undur tahun depan. Jadi untuk tahun ini survei hanya dilakukan di laut,” ungkapnya.

Baca Juga: Musda Deadlock Akibat Kepentingan Petinggi tak Terakomodir

Menurutnya, yang menjadi sasaran survei disini adalah wilayah perairan Maluku Tengah di bagian utara, yakni Seram Utara Timur Kobi dan juga Seti.

“Survei di laut nanti kita tidak libatkan tenaga kerja lokal, sebab hanya tenaga teknis yang dibutuhkan dan juga terbatas. Sementara rencana survei di darat saya pastikan akan libatkan tenaga kerja lokal,” tandansya.

Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua menambahkan, akan memberikan dukungan penuh kepada Balam Energy, sekaligus menjamin akses mereka dalam melakukan survei seismik 2D.

“Prinsipnya kami beri ruang dan dukungan kepada pihak Balam Energy untuk melakukan survei di wilayah Maluku Tengah,” ujar bupati.

Menurutnya, jika nanti ada kandungan migas dalam survey ini, maka Malteng bakal mendapatkan ruang yang besar bagi penyerapan tenaga kerja dan itu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan. (S-36)