Sunmi, Prestasi dan Sensasi Sang ‘Ratu LGBT’

Lahir pada tahun 1992, Lee Sun mi atau yang lebih dikenal dengan mononim Sunmi merupakan solois wanita Korea Selatan yang digandrungi karena karyanya yang mudah ditangkap telinga dan berani.

Setelah hengkang dari grup vokal Wonder Girls yang membesarkan namanya sejak tahun 2007, wanita berumur 27 tahun ini melangsungkan debut dengan single Gashina pada tahun 2017 di bawah naungan agensi baru.

Lagu Gashina sendiri langsung melejit menempati posisi nomer 1 di berbagai platform musik Korea seperti Genie dan Bugs sesaat setelah dirilis. Bukan hanya penggemar musik Korea yang menyukai lagu ini, para idol K-Pop pun kerap membawakan lagu dan tarian Gashina baik dalam penampilan di acara TV atau siaran langsung.

Selain Gashina, lagu-lagu lain yang dirilis Sunmi setelah itu juga selalu menuai popularitas. Sebut saja Heroine dan Siren yang sering digunakan sebagai lagu untuk cover dance.

Dalam tiap pembuatan karyanya, Sunmi mengaku selalu terjun langsung, baik dalam pembuatan lirik ataupun produksi aransemen untuk beberapa lagu.  Selalu mengusung konsep yang tidak biasa dan berani, Sunmi tidak pernah lupa memberikan kejutan di setiap kesempatan comeback yang selalu membuat penggemarnya penasaran karena konsep yang tak tertebak.

Namun bukan hanya kesuksesan yang ia dapatkan. Tak jarang Sunmi menerima berbagai macam kritikan dari warganet Korea. Sebagai salah satu artis yang aktif di Instagram, foto-foto unggahan Sunmi kerap mengundang tanya. Salah satunya, foto yang menampilkan kakinya yang dipenuhi luka memar, tanpa penjelasan lebih lanjut.

Tindakan itu membuat khawatir para penggemar, sekaligus membuatnya dibicarakan oleh warganet Korea di berbagai forum diskusi daring.

Hal lain yang tak luput jadi pembicaraan adalah aksi Sunmi di atas panggung. Ia dengan terang-terangan mendukung komunitas LGBT, sikap yang terbilang berani karena LGBT masih tabu di Korea, dan tidak malu untuk mengibarkan bendera berwarna pelangi dalam penampilannya. Julukan LGBT Queen atau Ratu LGBT pun jadi lekat padanya.

Pada Juni lalu, Sunmi masuk dalam daftar topik Twitter ketika video konsernya di Amsterdam jadi viral. Dalam video, ia terdengar mengatakan, “Ya, saya punya banyak sisi kepribadian berbeda seperti aneh dan ‘LGBT Queen’.” Dua kata terakhir disebut Billboard nyaris tak terdengar, sehingga publik sempat menduga Sunmi mengaku dirinya bukan heteroseksual.

Pemilik lagu Full Moon itu memilih memberi klarifikasi lewat Twitter. Ia menulis, “Haha saya bilang, ‘saya punya punya banyak sisi kepribadian berbeda seperti aneh dan ‘LGBT Queen’. Ya, saya mendukung LGBT, tetapi jangan salah sangka kepada saya,” dengan menambahkan emoji tawa dan meniupkan ciuman.

Pada Selasa (27/8), ia merilis single terbaru setelah Noir. Berjudul Lalalay, inspirasi lagu itu disebut Sunmi didapatnya kala berbaring di ranjang hotel usai menuntaskan sebuah show di Meksiko.

“Lalu tiba-tiba kata ‘lalalay’ itu datang, yang juga menjadi istilah tentang tahu kapan harus merelakan pergi. Saya mencari arti lain dari kata ‘lalalay’ dan ternyata Taepyeongso [alat musik tiup Korea yang mirip terompet] juga disebut sebagai ‘lalalay’ dalam musik folk,” katanya, mengutip Soompi.

Usai rilis Lalalay, Sunmi telah dijadwalkan menjalani tur dunia pertama sejak debutnya sebagai solois. Dimulai di Seoul pada 24 Februari mendatang, ia akan mengunjungi delapan kota di AS dan Kanada, juga mampir ke Hong Kong, Taipei dan Tokyo. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *