AMBON, Siwalimanews – Dari 200 anakan pohon sukun yang disiapkan Pemkot Ambon yang akan ditanam di sejumlah titik, sebanyak 50 anakan ditanam secara simbolis oleh Penjabat Walikota Bodewin Wattimena bersama Ketua Tim Penggerak PKK serta Forkopimda Kota Ambon, di Kebun Jemaat GPM Lateri, tepatnya di perumahan Pastori 3 Lateri atas, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Selasa (14/2).

Penanaman puluhan anakan pohon sukun ini merupakan bagian dari pencanangan penanaman secara serentak di 11 kabupaten/kota yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Maluku yang dipustakan di Negeri Tengah-Tengah, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah yang dilakukan oleh gubernur, sementara di setiap kabupate/kota diikuti secara virtual.

Pada kesmepatan itu, walikot mengaku, di Kota Ambon setiap waktu ada pembibitan yang dilakukan di Negeri Latuhalat dan hari ini  secara simbolis ditanam sebanyak 50 anakan, sementara yang disiapkan sebanyak 200 anakan yang secara simbolis itu dibagi kepada para petani, untuk selanjutnya akan ditanam diberbagai wilayah di Kota Ambon.

“Kita mengikuti bersama gerakan pencangan tanam sukun di Maluku yang digagas oleh Pemprov Maluku, dalam hal ini gubernur bersama Ketua TP PKK, yang dipusatkan di Negeri Tengah-Tengah, dan diikuti oleh seluruh kabupaten/kota, termasuk Kota Ambon yang kita lakukan penanaman secara simbolis di Kebun Jemaat GPM di Lateri,” ujar walikota.

Kenapa Lateri kata walikota, dikarenakan jemaat-jemaat dalam lingkup GPM, menjadi mitra pemerintah yang turut membantu untuk menjaga ketahanan pangan lokal di Kota Ambon.

Baca Juga: DPRD Minta Pempus Jelaskan Soal Pembatalan ANP dan LIN

“Kita punya kualitas sukun yang luar biasa dari Latuhalat, ini yang mau kita kembangkan di seluruh wilayah di Kota Ambon. Memang di semua desa/negeri di Kota Ambon ada pohon sukun, tapi belum ditanam dan dipelihara secara baik dengan pendampingan dari Dinas Pertanian. Kita berharap, pencanangan hari ini bukan sekedar serimoni, tapi terus meningkatkan produksi sukun di Kota Ambon dan para petani di Kota Ambon khususnya, dapat memilih sukun sebagai primadona dalam upaya untuk meningkatkan perekonomian dan membuat Kota Ambon itu dikenal dengan salah satu pangan lokal yaitu sukun,” ucap walikota.

Untuk itu, secara kontinyu kata walikota  Disperindag kota juga akan mendampingi saat pasca panen,  yang mana akan difasilitasi untuk rumah kemasan, sehingga semua industri keluarga maupun UMKM yang mengelola pangan sukun, akan difasilitasi mulai dari produksi sampai pengemasan di rumah kemasan milik pemkot.

Untuk diketahui, Negeri tengah-Tengah dipilih sebagai lokasi pusat penanaman yang dilakukan oleh gubernur, dikarenakan sukun varietas Negeri Tengah-Tengah telah ditetapkan oleh Menteri Pertanian sesuai SK Nomor: 22/KPTS/PV.240/D/1/2023 tentang Pemberian Tanda Daftar Varietas Tanaman Holtikultura.(S-25)