DOBO, Siwalimanews – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, Lanurdin Senen mengaku, TGPP Aru tidak serius dan lemah dalam penanganan pencegahan covid-19 di Aru.

Hal tersebut di ungkapkan, Wakil Ketua, Selasa (14/4) dalam laman FB Lanurdin asenen Djabumir “Gagal Karantina. Langkah pasrah mari kita berdoa sama untuk covid-19 tidak dapa masuk malam ini lewat 226 penumpang batu datang dari daerah zona merah”.

Bahkan dirinya menganggap Pemda Aru gagal total dalam penganggaran (realisasi anggaran) penanganan covid-19 di Aru.

Hal ini terlihat, TNI/Polri & DPRD Mobile di lapangan, sementara terkesan masih ada sikap masa bodoh dan super cuek oleh oknum tertentu di daerah ini.

Selain itu, dirinya juga meminta permohonan maaf sebesar-besarnya buat rakyatku yg sangat saya sayangi,” kami DPRD secara lembaga sudah mendukung dan mendorong dengan anggaran dan langkah pencegahan penyebaran COVID19 di Aru secara pengawasan lapangan, namun yang terjadi Tim Gugus lewat sekretaris Tim Gugus yang sempat di lapangan (pelabuhan) terkesan tidak siap dalam menfasilitasi tempat Karantina dan tidak Mampu, Kaku dalam Membijaki lokasi karantina di wilayah kota dobo.

Baca Juga: Citraland Berbagi Kasih dengan Warga Lateri

Padahal harusnya dalam kondisi Urgen 226 penumpang pelayaran yang datang dari beberpa daerah yang hari ini sudah merupakan zona merah penularan Covid19, maka wajib ada kebijakan karantina sebagai langkah pencegahan penularan Covid19 demi kepentingan dan keamanan masyarakat Aru pada umumnya.

“Kami meminta maaf dengan kegagalan karantina terhadap penumpang KM.Ngapulu di Aru yang tidak berjalan, maka diharapkan untuk kita semua dapat melakukan, jaga jarak, jaga kebersihan, menggunakan masker, kalau tidak ada urusan penting bagusnya di rumah saja, tolong untuk kita semua berdoa sesuai dengan keyakinan masing-masing agar kiranya Covid-19 tidak dapat menumpang dengan KM. Ngapulu ke Aru,” ajaknya.

Dihimbau dan mengharapkan sungguh, khususnya kepada para penumpang yang baru tiba dengan KM Ngapulu semalam, tolong untuk berpartisipasi dan kesadaran diri yang ekstra dengan cara melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing dan sejanak menghentikan interaksi sosial dengan lingkungan dan orang lain. “Apabila kalian semua dapat melakukan langkah dan cara dengan baik dan disiplin maka kalian adalah pahlawan pencegahan penyebaran Covid-19 di Aru,” katanya. (S-25)