AMBON, Siwalimanews – Sekretaris Kota Ambon AG Latuheru mengaku, pemerintah kota telah menyurati Pemprov Maluku untuk meminta lokasi eks Taman Victoria dijadikan pasar sementara kepada para pedagang, namun permintaan itu tak disetujui.

“Kemarin kita sudah surati Pemprov Maluku untuk minta lokasi Taman Victoria dijadikan pasar alternatif untuk menampung sebagian pedagang, namun tidak dapat diijinkan, sebab lokasi tersebut akan digunakan untuk pembangunan,” ucap sekot dalam pertemuan dengan perwakilan pedagang dan mahasiswa di ruang kerjannya, Kamis (24/6).

Untuk itu, para pedagang di Pasar Mardika tetap akan direlokasi, sebab proyek revitalisasi pasar ini sudah memasuki proses tender.

“Pembangunan Pasar Mardika tetap akan dilaksanakan, sebab saat ini sudah masuk proses tender, sehingga dalam waktu dekat proses pembangunan sudah berjalan,” tandas Latuheru.

Menurutnya, walaupun ada penolakan dari para pedagang untuk direlokasi, namun penggusuran tetap akan dilaksanakan. Pasalnya, saat ini sudah masuk masa deadline.

Baca Juga: Maluku Masuk Daftar Wilayah Vaksinasi Covid Terendah

“Kemarin sudah tender, sehingga dalam waktu dekat akan dibangun, jika ada hambatan terus, proyek ini tidak akan jalan,” ucap sekot.

Untuk itu sekot menegaskan, Pemkot Ambon tetap akan melanjutkan proses pembongkaran, agar tahapan pembangunan untuk revitalisasi Pasar Mardika menjadi tradisional modern tetap berjalan.

Perwakilan pedagang Azhar Ohorella dalam pertemuan menegaskan, para pedagang Pasar Mardika tetap mendukung proyek revitalisasi pasar, namun mereka menolak untuk dipindahkan ke Pasar Transit Passo, dikarenakan jarak yang sangat jauh serta masalah keamanan.

“Kami tidak mau untuk dipindahkan, karena lokasinya tidak strategis bagi kami,” ucap Ohorella

Sementara itu perwakilan mahasiswa dalam pertemuan itu meminta kepada pemkot agar para pedagang ini kiranya tidak direlokasi ke Pasar Transit Passo, namun disisipkan pada sejumlah pasar yang dibangun pemkot di sejumlah kecamatan.

Menjawab apa yang disampaikan perwakilan pedagang dan mahasiswa itu, sekot mengatakan, apapun masukan yang dimasukan oleh mahasiswa terkait dengan penyisipan pedagang pada pasar-pasar yang telah dibangun, akan dipertimbangkan.

“Kita akan data, untuk kemudian sisipkan para pedagang pada Pasar Wainitu, Pasar Ole-Ole dan Pasar Air Kuning, sesuai yang diusulkan,” janji sekot.

Namun jika nantinya pasar-pasar ini tak bisa menampung seluruh pedagang ini, maka mereka tetap akan direlokasi ke Pasar Transit Passo, sebab pemkot tidak memiliki lahan baru untuk dijadikan pasar alternatif.

Usai mendengar penjelasan sekot, perwakilan pedagang dan mahasiswa ini kemudian meninggalkan Balai Kota dengan kecewa, bahkan ada pedagang yang menegaskan tetap akan bertahan berjualan di Pasar Mardika walaupun lapak mereka dibuka ditengah jalan. (S-51)