AMBON, Siwalimanews – Anggota Fraksi Partai Ge­rindra DPR dari dapil Maluku, Hendrik Lewerissa mengisi masa resesnya dengan menya­lurkan berbagai bantuan sosial di Maluku.

Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Maluku ini menuturkan, sejak tiba di Ambon, Sabtu (25/7), HL bersama Perum Pegadaian Cabang Ambon memberikan bantuan ke berbagai kelompok masyarakat di Maluku.

“Total bantuannya sebesar Rp 1 miliar yang disalurkan untuk mem­bangun infrastruktur di lingkungan pemukiman seperti, jalan setapak, sumur bor dan juga untuk renovasi bangunan masjid dan gereja dan selama 10 bulan terakhir ini, Perum Pegadaian Cabang Ambon telah menyalurkan bantuan ke masyarakat Maluku sebesar Rp 2 miliar lebih. Seluruhnya merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan Corporate Sosial Responsibility dan penyaluran dana CSR BUMN di Maluku, biasanya meli­batkan Anggota DPR agar fungsi pengawasan Anggota DPR dapat dilaksanakan,” jelas Lewe­rissa, melalui rilisnya kepada Siwa­lima, Minggu (2/8).

Pada kesempatan yang berbeda, HL juga menyalurkan bantuan hewan qurban berupa sapi dan kambing untuk beberapa panitia qurban di berbagai tempat di Pulau Ambon yaitu di Wailela Pantai, Desa Rumahtiga, Mamala, Morela, Seith dan Negeri Kabau di Pulau Haruku.

Selain itu, puluhan ribu paket sembako telah disalurkan HL diber­bagai tempat di Maluku semasa Pandemi Covid 19 ini.

Baca Juga: Pemkab Aru Berikan Tiga Ekor Hewan Qurban

Kemudian Kamis (30/7), HL menyalurkan bantuan kursi untuk Gereja Ebenhaezer di daerah Gapura, Gunung Nona, Kecamatan Nusa­niwe, Kota Ambon.

“Penting bagi saya untuk me­nyerap aspirasi masyarakat di masa reses ini, untuk mengetahui masalah aktual yang dialami oleh masyarakat. Seba­gian besar mengeluhkan soal dampak Covid 19 yang mempe­ngaruhi hampir seluruh sendi kehi­dupan masyarakat. Rakyat mengha­dapi kesulitan yang sangat berat terutama mereka yang berpeng­hasilan harian seperti, tukang ojek, buruh, petani dan nelayan serta mereka yang terlibat di sektor informal,” jelasnya.

Dikatakan, pengangguran yang tinggi menyebabkan rendahnya daya beli masyarakat, sehingga bantuan-bantuan sosial dan program stimulus dari pemerintah baik pemerintah pusat, pemerintah pro­vinsi maupun peme­rintah kabupaten dan kota amat sangat membantu.

HL berharap, agar data base peme­rintah terkait rakyat yang berhak menerima bantuan sosial didasar­kan atas data yang valid dan akurat, agar tidak terjadi penyimpangan dalam implementasinya.

“Saya juga mau mengetuk nurani orang-orang yang mampu secara ekonomi untuk memiliki rasa solida­ritas sosial, agar berbagi dengan mereka yang membutuhkan uluran bantuan,” harapnya.

HL menambahkan, aksi peduli kasih melawan dampak Covid-19 tidak hanya diharapkan dari pemerintah dan BUMN/BUMD saja, tapi juga dari semua pihak yang ada dalam kondisi yang layak membantu.

“Keterbatasan bukanlah penghalang untuk berbagi dan menyalurkan berkat Tuhan bagi sesama,” katanya. (S-16)