AMBON, Siwalimanews – Ratusan mahasiswa Universitas Pattimura Ambon kembali melakukan aksi protes menolak kenaikan harga bahan bakar minyak yang memicu naiknya harga kebutuhan pokok. Selain itu, mereka juga menolak adanya wacana perpanjangan masa jabatan preside,
Senin(11/4).

Aksi protes yang berlangsung, Senin (11/4) diawali dengan berjalan kaki dari pujasera sekitar pukul 11.30 hingga ke depan Gedung Rektorat Unpatti, mereka mengaku, turunnya mahasiswa ke jalan saat ini bukan karena kepentingan para penguasa, namun kepentingan rakyat kecil yang saat ini berteriak.

“Kita ke jalan bukan tanpa alasan, kita mewakili sopir angkot, orang tua kita, ibu-ibu penjual, sebab fakta yang terjadi saat ini harga BBM naik bahkan harga minyak goreng melambung 2 kali lipat ini membuat rasa duka dan pilu hati masyarakat,” ucap Idra salah satu orator saat menyampaikan aspirasnya.

Kondisi ini sangat disesalkan sebab ibu-ibu harus mengantri untuk mendapatkan minyak goreng, namun yang terjadi justru para menteri sibuk membahas penundaan pemilu ,dan ketua partai sibuk membahas perpanjangan jabatan presiden.

“Inilah dentuman gerakan dari wilayah Indonesia dari Papua, Ambon hingga Jakarta yang akan bermakna untuk sejarah bangsa dan negara ini,” ucapnya lagi.

Baca Juga: Pemkot Buka Posko Pengaduan THR

Orator lainnya Narto Nurlatu menegaskan,  kebijakan pemerintah tidak pro terhadap rakyat.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab moril masyarakat, sehingga kami turun menyampaikan apa yang menjadi keresahan bersama,” teriaknya.

Aksi ratusan mahasiswa di dep[an Gedung Rektorat Unpatti ini, mendapatkan pengawalan yang ketat dari aparat kepolisian  (S-21)