TIAKUR, Siwalimanews – Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Barisan Pemuda Nusantara Maluku, Nikolas Okmemera menyebutkan, Provinsi Maluku sebagai salah satu provinsi kepulauan dengan ribuan gugusan pulau memiliki potensi sumberdaya perikanan yang sangat luar biasa.

Bahkan perikanan Maluku menyumbangkan 3,9 juta ton per tahun atau berkisar Rp117 triliun per tahun, bagi negara, sehingga seharusnya potensi perikanan di Maluku dapat dikembangkan dengan baik.

“Potensi Perikanan Maluku kurang lebih 3,9 juta ton per tahun atau berkisar Rp117 triliun per tahun, tentu angka sefantastis ini menjadi anugerah Tuhan bagi rakyat Maluku. Satu hal yang selalu menjadi pertanyaan besar kita adalah, kemana uang sebanyak itu. Harusnya perikanan Maluku dapat dikembangkan secara baik,” tandas Nikolas dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalimanews, Jumat (26/5).

Menurutnya, untuk mengembangkan perikanan di Maluku secara baik yakni dibangunnya sentra kelautan perikanan terpadu (SKPT) di semua kabupaten/kota, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, pemerintah pusat seharusnya lebih adil lagi bagi masyarakat Maluku. Olehs ebab itu, jika pemerintah pusat masih bersikap tidak adil, maka siapapun gubernur di Maluku, tentu akan sangat sulit membangun daerah ini, jika tidak disupport dengan keberpihakan anggaran dari pusat.

Baca Juga: BPK Temukan Sejumlah Persoalan di LKPD Pemprov Maluku

“Kemana hasil ekonomi dari sumberdaya perikanan kami. Kenapa dana alokasi belanja negara bagi Provinsi Maluku tidak sebanding dengan kebutuhan Maluku untuk membangun Maluku yang dihubungkan oleh lautan. Belum lagi keterisolasian yang sangat mempengaruhi alur ekonomi daerah-daerah di Maluku,” ujarnya.

“Membangun Maluku hanya bisa dengan kebijakan fiskal sebagai sandaran pembangunan tanpa ini, maka akan sangat sulit membangun Maluku siapapun gubernurnya,” tegas Nikolas.(Mg-2)