AMBON, Siwalimanews – Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) ditantang membuat film pendek dengan mengankat promosi kearifan lokal baik di Maluku maupun Maluku Utara.

Waktu pembuatan film pendek tersebut terhitung bulan Juli hingga September mendatang, sebagai panggung kreasi bagi pemuda gereja yang menjadi wilayah kerja AMGPM.

“Segmennya juga menyasar Pemuda yang ada di Ternate, Bacan, Obi dan Sula Taliabo, kata Ketua Panitia Penyelenggara Festival Film Pendek, pendeta Idho Kwalomine kepada wartawan di sekretariat pengurus besar AGMPM, Senin (18/8).

Kegiatan itu menurutnya akan melibatkan dewan juri baik lokal maupun nasional yang menilai aspek kerja kreatif dalam dunia perfileman, tetapi juga akademisi yang memahami antropologi Maluku dan Malut, supaya kreati­fitas penilaian film itu tetap terjaga sekaligus mengasa teman-teman muda yang punya kreatifitas.

Ia menambahkan, terkait mekanismenya, peserta akan mengirimkan proposal dan akan dilihat sebagai standar filmnya seperti apa.

Baca Juga: Wagub: Eksistensi IKB TNS Modal Sosial Pembangunan Daerah

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Panitia pendeta Nadya Manuputty juga mengatakan, poinnya adalah, bagaimana mempromosikan pariwisata di Maluku dan Malut.

“Dalam artian bahwa kegiatan itu bukan hanya sebagai wadah menampung dan memberikan ruang kreatifitas bagi teman-teman muda gereja, tetapi juga bagaimana ikut menopang Pemerintah mempromosikan pariwisata,” jelasnya.

Sementara itu, Sekum PB-AMGPM, pendeta Richard Rwaley menambahkan, bahwa agenda ini merupakan salah satu dari sekian banyak program yang terakomudir didalam seluruh keputusan.

“Kegiatan ini bertujuan sebagai ajang promosi budaya kearifan lokal, seni dan berbagai hal yang menyangkut dengan budaya dan pariwisata yang ada di Maluku dan Malut,” jelasnya. (S-25)