AMBON, Siwalimanews – Sikap Pemprov Maluku yang sampai saat ini belum mereali­sasi­kan bonus atlit PON mendapat reaksi dari berbagai kalangan. Selain praktisi olahraga, Komisi IV DPRD Provinsi Maluku mendesak pemerintah segera menuntaskan realisasi bonus atlet yang ber­prestasi di PON XX Papua be­berapa waktu lalu.

Desakan ini disampaikan ang­gota Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Rostina kepada Siwalima di Ambon Senin (29/11). Dikatakan, sebagai anggota Komisi IV dirinya sangat menyayangkan sikap Pemerintah Provinsi Maluku yang hingga kini belum kunjung me­lakukan realisasi pembayaran bonus bagi atlet peraih medali di PON Papua itu.

“Sebagai anggota komisi, kita juga menyayangkan kenapa belum dibayarkan bonus para atlet berprestasi, padahal ini sudah satu bulan,” ungkap Rostina.

Pemerintah Provinsi Maluku, kata Rostina seharusnya konsisten untuk melakukan pembayaran bonus sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap prestasi olahraga anak daerah diajang nasional dan tidak boleh diingkari oleh pemerintah.

Menurutnya, anggaran untuk pembayaran bonus atlet sudah diplotkan dalam APBD Perubahan tahun anggaran 2021 dan karena itu menjadi kewajiban Pemerintah Provinsi Maluku untuk mengeksekusi anggaran tersebut kepada atlet PON Papua.

Baca Juga: Ekonom: Pemprov Lemah Manajerial Anggaran

“Kan anggaranya telah kita sepakati dalam APBD Perubahan tahun 2020 ini maka itu wajib dibayarkan kepada mereka,” ujarnya.

Rostina menegaskan, jika pemerintah provinsi menghambat pembayaran bonus atlet berprestasi, akan berdampak kepada penurunan prestasi olahraga diwaktu-waktu mendatang, sehingga hal-hal seperti ini harus dihindari ditengah upaya bersama meningkatkan prestasi olahraga Maluku.

“Karena itu, Komisi IV akan meminta penjelasan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku terkait dengan persoalan ini, agar tidak menimbulkan spekulasi ditengah-tengah masyarakat,” pungkasnya.

Keluhkan Bonus

Peraih medali di PON Papua, hingga kini belum juga menerima bonus yang dijanjikan Pemprov.

Pekan Olahraga Nasional XX yang digelar di Papua, berakhir sejak 15 Oktober lalu, namun cerita kelam masih menyelimuti para atlet asal Maluku.

Pasalnya, sampai saat ini, belum satupun atlet peraih medali, baik emas, perak maupun perunggu serta para pelatih menerima bonus seperti yang dijanjikan.

Padahal, jauh-jauh hari pemprov sudah berjanji akan memberi bonus kepada para atlet peraih medali emas sebesar Rp 200 juta, perak Rp 150 juta dan perunggu Rp 150 juta.

Sedangkan untuk pelatih yang atletnya meraih medali emas, dijanjikan bonus sebesar Rp 60 juta, perak Rp 45 juta dan perunggu Rp 35 juta.

Hengky Berhitu Atlet Karate peraih medali perunggu di PON XX Papua sebagaimana dilansir Siwalimanews, Jumat (27/11) mengaku, sampai saat ini janji bonus yang diberikan oleh pemprov tidak pernah ditepati.

“Belum dapat sampai sekarang, padahal PON sudah selesai, kami tidak tahu kendala apa, pemerintah jangan cuma janji,” tandas Hengky dengan nada kesal.

Ia mengaku, sebelum perhelatan PON Papua di mulai, ia ditawarkan bermain untuk provinsi lain, namun ia menolak, karena kecintaannya kepada Maluku. Karenanya dia tetap membela Maluku bersama para atlet dari cabang olahraga lain di Pon Papua.

“Kami hanya ingin kejelasan dari Pemprov Maluku, kapan bonus itu bisa dicairkan, itu saja,” tanya Hengky.

Peraih medali perunggu itu juga mengaku, bukan saja dirinya yang belum mendapatkan bonus, namun atlet dan pelatih dari cabor peraih medali hingga kini tidak ada kepastian.

“Setahu saya atlet peraih medali belum dibayar termasuk pelatih,” jelasnya singkat.

Untuk itu ia minta kepada pemprov dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga memberikan kepastian kapan bonus itu bisa dicairkan.

“Mereka sudah memundurkan waktu berulang-ulang kali. Katanya setelah tiba di Maluku, bonus langsung diberikan, namun kenyataannya sampai saat ini, janji yang hanya diberikan kepada para atlet,” kesalnya.

Tak Punya Konsep

Pengamat Olahraga, Rony Samlooy mengatakan, terkait dengan pemberian bonus untuk atlit PON ini pernah dipertanyakan ke Kadis Pemuda dan Olahraga Maluku, Sandy Wattimena bahwa bonus bagi para atlit akan diberikan saat pencairan APBDP 2021 namun hal ini menimbulkan keresahan bagi para atlit, karena mungkin saja ada hal-hal yang dibutuhkan para atlit diakhir tahun.

“Kalau kemudian bonus itu dianggarkan melalui APBDP 2021 maka memang konsep olehraga Pemerintah Provinsi Maluku awalnya itu tidak ada, mestinya bonusnya itu masuk dalam APBD murni, karena kan sudah tahu berapa banyak atlit kita yang akan berangkat untuk mengikuti PON sesuai dengan target dan persiapan dari KONI,” tandas Samlooy, kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Minggu (28/11).

Menurut Samlooy, sangat lucu jika bonus para atlit PON dialokasikan pada APBDP, padahal pemerintah daerah harus sadar bahwa yang mengangkat nama baik daerah itu adalah olahraga, kami juga tidak tahu ketidaksiapan ini ada dimana, DPRD juga menuding Pemprov dan Pemprov hanya diam.

“Mestinya sebelum atlit PON berangkat, bonusnya harus juga siap sesuai dengan target yang siapkan pula, kalau nanti tidak sesuai target kan anggarannya bisa dikembalikan lagi ke kas daerah. Yang penting publik tahu kalau bonus untuk para atlit PON itu sudah siap bukan sebaliknya baru dianggarkan pada APBDP. Dan pasti akan diberikan juga tidak sesuai,” ujarnya.

Dirinya juga mengakui kondisi keuangan daerah di masa pandemi Covid-19 tapi tidak daerah mengalami hal yang sama bukan saja Maluku.

“Jadi ini berpulang pada masing-masing pemerintah daerah tapi bagi saya Pemerintah Provinsi Maluku tidak punya konsep olahraga yang baik padahal Maluku ini hanya memiliki 44 atlit tapi tidak bisa ditangani dengan baik,” cetusnya.

Janji Pekan Depan

Kepala Dinas Pemuda dan Olaraga Maluku Sandi Wattimena membenarkan sampai sekarang pemerintah belum mencairkan bonus atlet peraih medali PON maupun pelatih.

“Benar sampai sekarang kita belum bisa cairkan bonus karena APBD Perubahan Provinsi Maluku tahun 2021 belum dicairkan, kata Sandi sebagaimana dilansir Siwalimanews, Jumat (27/11).

Bonus kepada atlet peraih medali menurutnya sesuai kesepakatan pemerintah dengan DPRD yakni untuk emas sebesar Rp 200 juta, perak Rp 150 juta dan perunggu sebesar Rp 150 juta.

“Mungkin pekan depan, sabarlah karena saya tahu semua atlet maupun pelatih belum menerima bonus PON,” kata Sandi.

Ditambahkan untuk pelatih juga diberikan bonus yang besarannya mulai dari Rp 60 juta untuk peraih emas, 45 juta untuk peraih perak dan 35 juta peraih perunggu.

“Jadi saya minta kepada atlet untuk bersabar, pasti kita cairkan,” terang Sandi. (S-50)