AMBON, Siwalimanews – Sikap tertutup Pemerintah Provinsi Maluku untuk memberikan bonus bagi para atlet peraih medali di PON XX Papua akhirnya terjawab sudah, dalam pembahasan anggaran tim anggaran DPRD Maluku dan pemprov.

Para atlet Maluku yang berlaga di arena PON XX Papua mempertanyakan besaran bonus yang diterima, sayangnya pemprov terkesan tertutup.

Informasi pemberian bonus juga diketahui setelah Badan Anggaran DPRD Maluku bersama dengan eksekutif melakukan pembahasan anggaran. barulah diketahui bahwa besaran bonus yang diterima atlet bervariasi sesuai dengan tingkatan medali yang diperoleh Itupun bukan disampaikan oleh Pemprov Maluku tetapi anggota DPRD.

Anggota Komisi IV DPRD Maluku, Andi Munaswir kepada wartawan di Baileo Rakyat Karang Panjang, Jumat (1/10) sore, usai pembahasan RAPBD Perubahan tahun 2021 mengungkapkan, bagi para atlet yang dapat meraih medali emas di ajang ini, Pemda Maluku menjanjikan akan memberikan bonus sebesar Rp200 juta, sementara peraih medali perak dan perunggu bonusnya dibawah seratus juta. “Untuk emas sudah dianggarkan mengalami kenaikan dari Rp 150 juta jadi Rp 200 juta dan untuk medali perak dan perunggu dibawah seratus juta,” ungkap Munaswir.

Menurutnya, keputusan besaran bonus ini diambil, setelah sebelumnya tidak ada kepastian anggaran untuk bonus bagi para atlet berprestasi, sebab selama ini anggaran tersebut tidak ditampung pada Dinas Pemuda dan Olahraga.

Baca Juga: Ditjen Dukcapil Gelar Sosialisasi Permendagri 76

“Kemarin waktu bahas harusnya ditampung pada Dispora, tapi ternyata tidak ditampung di Dispora, makanya kita minta kepastian tampungnya dimana,” ungkapnya.

Dia mengakui, dalam pembahasan RAPBD Perubahan, berkembang usulan agar anggaran tersebut ditampung dalam APBD 2022 mendatang, namun mayoritas anggota Badan anggaran menolak usulan tersebut, dan meminta agar anggaran untuk bonus atlet ditampung pada APBD Perubahan tahun anggaran 2021.

“Masa orang baru pulang bertanding dan menang lalu bonusnya baru dikasih tahun depan, harusnya para atlet pulang langsung dapat dan tadi kita minta agar  anggaran bonus ditampung pada Dispora,” jelasnya.

Dia menambahkan, anggaran yang diperuntukkan bagi bonus para atlet tersebut tidak semuanya dipakai, karena terganggu hasil PON. Artinya jika target medali emas meleset, maka anggaran akan dikembalikan ke daerah.

“Inikan sudah terlambat juga dan kita sesalkan, karena tidak ditampung makanya kita paksakan di tampung di APBD Perubahan,” cetusnya. (S-50)