AMBON, Siwalimanews – Pemerintah Kota Ambon diminta, memperhatikan karyawan swasta yang mengalami yang dirumahkan, akibat Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Anggota DPRD Maluku dapil Kota Ambon, Eddyson Sarimanellayang merasa prihatin dengan sejumlah karyawan swasta yang bekerja selain, ditoko makanan dan sembako, tetapi juga di MCM, ACC atau Amplaz yang harus dirumahkan selama pemberlakuan PSBB ini.

Menurutnya, pemerintah perlu juga melihat banyak hal, baik itu pekerja harian, pekerja lepas dan juga pekerja yang harus dirumahkan dengan kebijakan PSBB dan harus mengakomodir kebutuhan karyawan swasta, sebab mereka juga perlu makan sehari-hari.

“Minimal harus ambil langkah yang bijaklah, jangan sampai keluar dari asas keadilan,” terangnya.

Sarimanella juga mendorong pemkot untuk segera mengambil langkah yang tepat terkait dengan kondisi karyawan yang dirumahkan, setidaknya dengan memberikan bantuan sosial sebagai bentuk rasa keadilan bagi mereka

Baca Juga: Ratusan Calon Penumpang Berebut Tiket di PT Pelni

Hal senada juga disampaikan, anggota DPRD Kota Ambon, Obed Souisa. Ia juga meminta, Pemkot Ambon diminta, untuk memperhatikan karyawan swasta yang mengalami dampak dirumahkan, akibat Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pasalnya, penerapan PSBB selama 14 hari dan kemudian diperpanjang untuk dua minggu kedepan, sangat berdampak bagi kehidupan hari-hari karyawan swasta dalam menghidupi keluarga.

Kata dia, PSBB yang telah diberlakukan tentu saja sangat berdampak bagi kelangsungan hidup sejumlah karyawan swasta yang telah dirumahkan.

“Karyawan swasta yang dirumahkan itu harus perhatikan Pemerintah Kota,” timpal Souissa.

Semestinya, lanjut dia, para karyawan seperti di mall-mall harus langsung disentuh oleh pemkot dengan memberikan bantuan sosial sebagai bentuk kepedulian atas diberlakukannya PSBB, sebab jika hal itu tidak dilakukan maka tentu saja berdampak bagi kehidupan mereka.

Ia mengharapkan, ada tindakan nyata dari pemerintah untuk segera menghimpun informasi terkait dengan karyawan yang dirumahkan, untuk selanjutnya diberikan bantuan atau setidaknya membantu meringankan kondisi ekonomi, tetapi juga beban psykologi yang dirasakan. (Mg-4)