AMBON, Siwalimanews –  Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) dinilai gagal dalam meningkatkan prestasi olahraga, khususnya Taekwondo di Maluku.

Pasalnya, dalam Pekan Olahraga Pelajar Nasional XVI tahun 2023 di Palembang beberapa waktu kemarin, atlet-atlet Taekwondo Maluku gagal mendapatkan satu pun medali.

Kegagalan Taekwondo Maluku pada event nasional itu, menurut anggota Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Hengky Pelata merupakan bentuk kemunduran PPLP dalam menciptakan atlet berprestasi.

“Ini menandakan PPLP dalam rangka mempersiapkan atlet Tewakondo menuju POPNAS dianggap tidak berjalan dengan baik. Kesimpulan penyebabnya PPLP taekwondo gagal di Maluku,” ungkap Pelata kepada wartawan di Baileo Rakyat Karang Panjang, Selasa (19/9).

Terlepas dari kapasitasnya sebagai anggota DPRD, sebagai Ketua Taekwondo Maluku, dirinya merasa prihatin dan gelisah terhadap kegagalan atlet Taekwondo Maluku yang direkrut dari atlit PPLP dibawah naungan Dispora Maluku.

Baca Juga: DPRD Minta Inspektorat Tranparan Soal Hasil Audit Mess Maluku

Apalagi, perekrutan atlet-atlet tersebut tidak mencakup seluruh potensi dari 11 kabupaten/kota, melainkan hanya pada beberapa wilayah terdekat di Kota Ambon, Maluku Tengah dan wilayah seram.

Fakta tersebut kata Pelata membuktikan bahwa, rekrutmen atlet taekwondo yang dilakukan PPLP Maluku tidak melalui teleskoting atau  sesuai standar operasional prosedur.

“Sudah tentu dalam SOP taekwondo harus melalui koordinasi dengan pemprov, dan pihak terkait. Saya juga selaku Ketua Pengprov Taewkondo tidak tahu menahu akan hal itu, begitu juga mekanisme seleksi. kecenderungan merekrut atlet PPLP hanya di Kota Ambon, Maluku Tengah dan sebagian Seram, sementara di bagian tenggara raya tidak pernah direkrut,” jelas Pelata.

Selain itu, proses perekrutan pelatih oleh Dispora melalui KONI untuk melatih atlet di PPLP merupakan pelatih yang selama ini tidak memproduksi juara.

“Dulu Itu setahu saya, setiap rekrutmen atlet dan pelatih saya yang tanda tangan rekomendasi atlet, tapi hari ini Dispora melalui KONI buat test tanpa ada koordinasi dengan saya,” ucap Pelata.

Dengan adanya kegagalan atlet taekwondo Maluku tersebut, pihaknya akan mendorong agar dilakukan evaluasi secara menyeluruh termasuk keberadaan atlet dan pelatih di PPLP sehingga rekrutmen atlet dan pelatih, tidak lagi dilakukan karena kedekatan dengan KONI maupun Dispora semata, tetapi sesuai kemampuan, dan kualitas yang dimiliki secara adil, dan profesional.(S-20)