DOBO, Siwalimanews – Kabupaten Ke­pu­lauan Aru ter­ancam kehilangan transportasi udara. Bagaimana tidak, Bandara Rar Gwa­mar Dobo saat ini tidak layak baik take off maupun lan­ding, karena me­ngancam kesela­ma­tan nyawa.

Hal itu dibuktikan dengan klaim maskapai Wings Air melalui pilot saat landing belum lama ini di Dobo.

Pilot Wings Air dengan nomor pe­nerbangan IW 1530, registration Pk-W8Y type ATR-72 600 menyampaikan keberatan saat landing, akibat banyak kerikil di sepanjang landasan (many gravels along runway surface).

Kepala Operasi Bandara Rar Gwamar Dobo, Richaard A Kilikily saat dikonfirmasi Siwalima Selasa (30/8) membenarkannya. Kilikily mengaku pihaknya disurati secara resmi oleh Pilot Wings Air dengan flight number IW 1530, registration Pk-W8Y type ATR-72 600 menyam­paikan keberatan landing, akibat banyak kerikil disepanjang landa­san.

“Ini terkait dengan mengantisipasi terjadinya kecelakaan maupun keselamatan nyawa penumpang saat lakukan pendaratan, karena sepan­jang runway sudah terkelupas atau kerikil sudah tercabut dan itu sangat berbahaya ketika plane landing,” jelasnya.

Baca Juga: KPK-Pemkot Uji Petik Dugaan Kebocoran Pajak Restoran

Ia mengaku, runway sudah waktu­nya dilakukan pekerjaan pelapisan lanjutan, karena sudah lima tahun lamanya.

Hal ini juga sudah dikoordinasi­kan dengan kepala bandara yang saat ini sementara jalani masa cuti usai menunaikan ibadah haji.

Terminal Rusak

Terminal penumpang yang baru milik Bandara Rar Gwamar Dobo juga terancam rusak, lantaran proyek tersebut tak juga dilanjutkan. Saat ini di sekitar terminal tumbuh rerumputan liar, bahkan sampai masuk ke dalam bangunan.

Proyek ini tak dapat dilanjutkan, akibat tidak ada akses jalan masuk, lantaran Pemkab Aru tak mampu menyediakan lahan. Padahal terminal tersebut merupakan salah satu terminal bandara terbesar di kawasan Maluku Tenggara.

Informasi yang berhasil dihimpun Siwalima dari berbagai sumber me­nyebutkan, setelah pekerjaan tahap pertama pada tiga tahun lalu terlihat sangat jelas, dimana pekerjaan se­perti akses jalan, areal parkiran, appron telah selesai dibangun.

Sementara untuk gedungnya belum selesai, karena masuk tahap kedua pekerjaan. Namun, sangat disayangkan anggaran pekerjaan di tahap kedua yang diperkirakan sebe­sar Rp48 miliar lebih itu terpaksa dikembalikan lagi ke kas negara.

Anggaran tersebut ditarik kembali ke kas negara, akibat Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru tidak mampu untuk menyiapkan lahan atau akses jalan masuk ke bandara.

Hal ini dikuatkan dengan Surat Bupati Aru Nomor: 620/72 tanggal 18 Januari 2022, perihal permohonan penanganan pembangunan jalan akses Bandar Udara Dobo. Dalam surat tersebut, bupati menjelaskan keterbatasan keuangan Pemkab Aru dalam penanganan berbagai pem­bangunan insfrastruktur, termasuk upaya pembangunan dan pening­katan jalan akses ke terminal baru Bandara Rar Gwamar dengan nama ruas Jalan Simpang SMAN 1 Bandara.

Terkait surat tersebut, Bupati Aru Johan Gonga melalui melalui pesan WhatsAppnya kepada Siwalima Selasa (30/8) membenarkannya. Ia mengaku, kalau anggaran itu akan dimasukan dalam APBD 2023.

“Di APBD bisa nanti di tahun depan, kalau untuk tahun ini belum bisa,” tulis Gonga dalam pesan whatsAppnya. (S-11)