AMBON, Siwalimanews – Rumah Pastori Jemaat GPM Tuhaha, Klasis Pulau-Pulau Lease resmi beroperasi setelah dua bulan beradaq dalam tahap rehabilitasi.

Peresmian ditandai dengan penyerahan kunci dari Ketua Panitia Panitia Pembangunan Ongky Limba ke Ketua Klasis Pulau-pulau Lease Pendeta Jhon Malle Itu menelan biaya sekitar Rp 791.640.000.

Ketua Klasis Pendeta Jhon Malle menjelaskan tuntasnya rehabilitasi pastori Jemaat GPM karena campur tangan tuhan dan dukungan masyarakat.

“Hal ini menjadi bukti Tuhan bekerja untuk pergumulan yang berat. Tuhan menyediakan orang baik sebagai tanda kehadiran Tuhan diatas tanah leluhur negeri dan Jemaat Tuhaha,” ujar Jhon.

Menurutnya, pastori bukan sekedar rumah tinggal, tapi tempat hamba Tuhan menggumuli seluruh pergumulan dan tempat yang tempat strategis dalam pelayanan di GPM.

Baca Juga: Pengelolaan Buruk Berdampak Kerugian Negara

“Dengan peresmian ini fungsi pastori akan kembali berjalan dan dimaksimalkan untuk kepentingan umat,” harapnya.

Ia mengaku penampilan bangunan pastori memang luar biasa, semua sukacita atas keberhasilan pemba­ngu­nan ini harus persembahkan kepada Tuhan, sebagai Gembala Agung.

Jhon menambahkan, peresmian pastori juga bertepatan dengan event GPM yakni temu pengasuh sinode GPM yang akan dihelat pada 16-21 September mendatang.

Bangun pastori yang telah diresmikan dapat digunakan secara baik dan bertanggung jawab bagi pelayanan di Jemaat GPM Tuhaha,” pintanya.

Ditempat yang sama Ketua Panitia Pembangunan Ongky Limba kepada wartawan menjelaskan rehabilitasi pastori merupakan bagian dari dana aspirasi anggota DPRD Maluku, Julius Pattipeiluhu dan sumbangan sejumlah pihak.

“Anggaran sebagian besar dari aspirasi anggota DPRD Maluku sebesar 600 juta dan sumbangan pihak lain dengan waktu pekerjaan selama 58 hari,” ujar Ongky

Dijelaskan pastori yang lama sudah tidak layak karena bangu­nannya telah berusia selama 33 tahun. “Atas ide anggota DPRD Provinsi dengan majelis jemaat GPM Tuhaha, diputuskan untuk dilaku­kan rehabilitasi menyeluruh bangu­nan. pastori dibongkar dan diba­ngun kembali,” tandasnya. (S-20)