AMBON, Siwalimanews – Sejumlah mahasiswa Uniqbu dan petani yang menamakan diri mereka Aliansi Petani dan Mahasiswa Anti Hoax (Api-Maho), Senin (28/6) menggelar aksi demo.

Aliansi ini menuding demo yang dilakukan Nasrun Buton cs beberapa hari lalu adalah bentuk dari penyebaran berita bohong alias hoax.

Aksi yang dilakukan aliansi ini di kawasan simpang lima Kota Namlea itu mereka membawa sejumlah poster bertuliskan Tangkap dan penjarakan pendemo yang menyampaikan kebohongan, Hoi petani mana yang dirugikan. Atas kebijakan Plt kadis kami merasa senang dan lain sebagainya.   

Sukardi Makian, Abdul Hamid Umsaugi, dan Nakir Ambon yang bertindak sebagai korlap dan penanggungjawab demo, menyerang balik Nasrun Buton cs.

Menurut mereka,  pernyataan Nasrun Buton saat demo Kamis lalu dan dipublikasikan beberapa media, konon telah merugikan orang lain, karena apa yang disampaikannya tidak benar.

Baca Juga: Cegah Penyebaran Covid, Pelni Batasi Kuota Penumpang

Usai beroerasi secara bergantian, aliansi ini menyatakan sikap dua butir pernyataan sikap mereka yakni, pertama, mendesak kepada Kapolres Pulau Buru untuk menangkap saudara Nasrun Buton dan kawan-kawan, untuk di proses sesuai dengan ukum yang berlaku.

Kedua, mendesak kepada pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Buru, memangil Plt Kadis Pertanian Kabupaten Buru, untuk dimintai keterangan yang jelas.

“Apabila tuntutan kami tidak di indahkan, maka kami akan melakukan aksi besar-besaran dengan massa yang lebih banyak lagi,” ancam para pendemo. (S-31)