NAMLEA, Siwalimanews – Usai melakukan aksi di Gedung DPRD Buru hingga menimbulkan kerusakan pada jendela kantor tersebut beberapa waktu lalu, Senin (31/1) mereka menyampaikan permintaan maaf kepada pihak DPRD dan Pemkab Buru.

Permintaan itu disampaikan Ketua Pergerakan Mahasiswa Kecamatan Batabual Jufri Yadi Batdjedelik bersama Kordinator lapangan Imamin Makatita serta sejumlah mahasiswa lainnya menyatakan permintaan maaf kepada DPRD dan pemkab atas kekhilafan yang dilakukan beberapa waktu lalu itu.

“Kedatangan kami guna meminta maaf atas sikap dan aksi yang dilakukan beberapa waktu lalu di depan Gedung DPRD sehingga menimbulkan kerusakan pada fasilitas DPRD Buru yakni pecahnya beberapa kaca jendela gedung rakyat itu,” jelas Yadi kepada Siwalimanews, Selasa (1/2).

Selain meminta maaf, Yadi juga mengaku, kedatangan mereka juga bermaksud untuk berdiskusi dan meminta solusi terkait keresahan masyarakat Batabual.

Keresahan dimaksud yakni, jalan yang tidak kunjung direalisasikan, angkutan laut yang tidak memadai dan selalu menjadi langganan korban jika cuaca tidak bersahabat serta kondisi PLN yang tidak dinikmati masyarakat.

Baca Juga: Kasus Covid Melonjak, Ini Perintah Kapolda

Menjawab keresahan masyarakat melalui para pemuda itu, Ketua DPRD Kabupaten Buru, M Rum Soplastuny mengatakan, pihaknya sudah menerima para pemuda mahasiswa Batabual dan sama-sama berdiskusi.

Rum mengaku, pihaknya akan mengawal dan sama-sama berjuang untuk direalisasikannya jalan lintas Batabual.

“Kami akan bersama-sama dengan mahasiswa Batabual mengawal dan berjuang bersama dalam mencapai apa yang dimaksud dengan keresahan masyarakat itu,” ujar Rum.

Ia juga mengaku, pihaknya akan menerima saran dan masukan maupun kritikan dalam bentuk apapun selama tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan demi Kabupaten Buru yang sejahtera. (S-15)