AMBON, Siwalimanews – Tim Penilai Internal (TPI) Zona Integritas (ZI) Mabes Polri, langsung menuju Polres Maluku Tengah (Malteng), Selasa (9/3).

Kedatangan tim untuk menilai Pembangunan ZI Polres Malteng dalam meraih predikat sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), dan Wilayah Bebas Bersih dan Melayani (WBBM).

Tim dari Mabes Polri dipimpin Kombes Pol Moh Anwar Nasir. Ia datang bersama Penata Tk.I Dody Krisdwiyanto, dan didamping oleh AKBP Robert Ferdinandus dari Polda Maluku.

Kedatangan TPI ZI Mabes Polri di Masohi, ini langsung diterima oleh Kapolres Malteng AKBP Rositha Umasugi, dan para Pejabat Utama Polres Malteng.

Kapolres Malteng menyambut baik kunjungan TPI ZI Mabes Polri dengan harapan dapat memberikan asistensi, petunjuk arahan, rekomendasi serta tips yang jitu untuk meraih hasil penilaian ZI yang maksimal, sehingga harapan Polres Malteng bisa meraih Predikat WBK bisa tercapai.

Baca Juga: Jelang Belajar Tatap Muka, 615 Tenaga Guru Divaksin

“Polres Malteng telah melakukan upaya pembangunan ZI dengan melakukan terobosan kreatif untuk Perubahan Mindset and Culture Set,  Peningkatan Pelayanan Publik dengan budaya pelayanan SIM (Sinergitas, Inovatif dan Melayani) dan Manajemen Media dengan pola viralisasi,” katanya.

Bahkan, kata Rositha, yang menjadi program unggulan dalam upaya pembangunan ZI adalah Pelayanan Polri Satu Atap yang mengintegrasikan Pelayanan SIM, SKCK, SPKT, Sidik Jari dalam Satu Atap, dan direncanakan akan ditambahkan ruang pemeriksaan saksi dan ruang pengaduan Siwas dan Propam untuk mempermudah masyarakat dalam mendapat pelayanan publik serta untuk mendukung Program Prioritas Kapolri.

Sementara itu, Ketua TPI ZI Mabes Polri, Kombes Pol Moh Anwar Nasir mengatakan, pelayanan publik berkualitas merupakan point  penting dan sangat mempengaruhi dalam mewujudkan Zona Integritas dengan meraih  predikat WBK.

“Nilai maksimal Komponen pengungkit 60%, Komponen Hasil 40% harus didukung dengan nilai survei persepsi korupsi yang baik, ini merupakan bagian terpenting yang dapat menentukan Polres Malteng meraih WBK atau tidak,” jelasnya.

Anwar berharap, setiap personil harus menjadi agent of change dan dilakukan setiap saat dan terus berperan untuk saling mengingatkan.

Kabid Minwa STIK Lemdiklat Polri ini mengapresiasi apa yang telah dilakukan Polres Malteng dalam mewujudkan Pelayanan Terpadu dan terintegrasi untuk mewujudkan Program Prioritas Kapolri dan itu sangat relevan.

Tahun 2020, kata dia, Polri sendiri mengajukan 347 Satker, dan yang berhasil disurvei hanya 254. Dari hasil desk evaluasi di lingkungan Polri hanya 45 Satker/Wilayah yang meraih predikat WBK/WBBM. Di antaranya 37 Satker meraih WBK dan 8 WBBM.

Menurut Anwar, untuk meraih WBK harus didukung dengan data-data yang lengkap dan itu yang akan kami  asistensi dan memberikan penilaian, selanjutnya akan diperiksa atau dievaluasi oleh Tim Penilai Nasional dari  Kemenpan RB.

“Manfaat meraih WBK  selain meningkatkan Kinerja Polri dan pelayanan masyarakat yang mudah,  kemanfaatannya juga bagi kesejahteraan anggota,” terangnya.  (S-16)