AMBON, Siwalimanews – Meskipun SAR sudah resmi menghentikan pen­ca­rian KM Mina Sejati be­rikut ABK, tapi pada Ming­gu (1/9) pagi, satu ABK di­te­mukan tewas menga­pung di Perairan Aru dieva­kuasi langsung ke Dobo ibukota Kabupaten Kepulauan Aru.

Dievakuasinya satu korban tewas itu menambah daftar korban tewas yang sudah dievakuasi menjadi lima orang. Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Adolof Bormasa kepada wartawan di Dobo menjelaskan, temuan satu ABK tewas terapung tidak jauh dari titik dimana KM Mina Sejati sebelumnya berada.

Bormasa mengatakan, jenazah korban ABK Mina Sejati itu ditemukan KM. Sanjaya 688, di seputaran titik fishing ground atau seputaran lokasi KM. Mina Sejati ditemukan sebelumnya.

“Korban atau jenazah sudah dibawah ke Dobo dan tiba sekitar pukul 11.30 WIT tadi dan langsung dilakukan pemeriksaan sisik oleh dokter di RSUD Cenderawasih Dobo.

Setelah dilakukan pemeriksaan fisik dari dokter, salah satu rekan ABK yang selamat. Kita libatkan ABK yang ditemukan hidup saat ini di Dobo untuk mengenali korban sesuai ciri-cirinya,” jelas Bormasa.

Baca Juga: PLN Janji Perbaiki Tiang Listrik di Mangga Dua

Menurutnya, atas dasar pemeriksaan maupun pengenalan fisik oleh Slamet, ternyata diketahui identitas korban bernama Riri Prastyo (19), warga Werakas Jakarta Utara. Terkait dengan kondisi jenazah, Bormasa menambahkan, tidak bisa dikembalikan ke pihak keluarga, olehnya jenazah korban diserahkan ke pengurus Mesjid di Dobo untuk dimakamkan.

“Jadi kita sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban di Jakarta terkait dengan kondisi janazah tidak bisa dibawah pulang, karena sudah rusak, sehingga harus dimakamkan di Dobo. Atas persetujuan keluarga korban, janazah akan dimakamkan di TPU Dobo petang nanti, yang sebelumnya disholatkan di Mesjid oleh rekan-rekannya yang selamat,” beber Bormasa.

Ia juga mengaku, korban merupakan adik dari korban selamat yang kini telah menjalani pengobatan lanjutan di Jakarta karena mengalami luka potong pada bagian wajah (mata kiri) dan kepala.

“Terkait dengan proses pencarian, kita masih terus berupaya baik dari laut maupun dari udara.  Pencarian dari udara dilakukan dengan menggunakan dua pesawat yakni satu jenis PK-CAN milik Balai Kalibrasi Kementerian Perhubungan dan satu jenis Cesna milik TNI-AU yang diperbantuhkan dari Papua Barat, Biak.

Dikatakan, pencarian dari udara sudah dilakukan tiga kali, namun tidak membuahkan hasil. Begitu pula dengan proses pencarian dari laut oleh tim Polda Maluku yang di pimpin langsung oleh Wadir Pol Airud, AKBP Sigit Hidayat.

ABK dan Kapal Hilang

23 ABK KM Mina Sejati hilang tidak ada rimbanya pasca tim penyelamat melakukan evakuasi pada Kamis (22/8). Baik TNI-AL yang berperan melakukan evakuasi maupun Polres Kepulauan Aru, sampai saat ini belum bisa berkesimpulan penyebab hilangnya 23 ABK tanpa bekas itu.

Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Adolof Bormasa yang dihubungi melalui telepon selulernya Jumat (23/8) mengaku, mengetahui 23 ABK hilang tanpa bekas itu setelah pihak TNI-AL menyerahkan korban KM Mina Sejati yang selamat dan berhasil dievakuasi ke Dobo ibukota kbaupaten Kepulauan Aru.

“Kita memang masih menyelidiki kasus ini. Betul 23 ABK itu hilang tanpa bekas. Informasi ini juga sedang kita dalami. Penyidik masih penyelidikan, doa kami semoga para ABK yang tersisah selamat,” kata Bormasa.

Bormasa mengaku, evakuasi korban selamat ke Dobo dilakukan dua kali, pertama oleh KRI Teluk Lada-521 dengan membawah 8 korban selamat, dan Kamis (22/8) pagi sekitar pukul 00.00 WIT, tim gabungan dengan menggunakan KM. Kobror berhasil evakuasi tiga orang yang selamat dari KM. Gemilang Sejahtera. KM Gemilang membantu evakuasi tiga korban yang selamat dari KM Mina Sejati termasuk evakuasi dua korban yang meninggal

“Untuk kasus KM Mina Sejati ini, kami marathon menyelidikinya,” ujar Bormasa.

Ia menambahkan, saat ini Satreskrim Polres Aru juga sementara melakukan pemeriksaan terhadap ABK kapal lainnya yang menolong KM Mina Sejati. “Para ABK KM Gemilang yang diamankan di Mapolres juga kita mintai keterangan mereka karena mereka ikut menolang ABK atau korban KM Mina sejati. Jadi saat ini masih kita lakukan penyelidikan lebih lanjut. Jika sudah ada perkembangan jelas dari pemeriksaan akan kami sampaikan,” janji Kapolres.

Danlanal juga mengaku hasil pengintaian dan penggeledahan pihaknya, tidak ditemukan satu orang pun dalam KM Mina Sejati. Di dalam kapal itu terdapat 20 ABK dan 3 pelaku. Mereka hilang dan entah kemana di lautan bebas tersebut. Dari jumlah 20 itu, lima meninggal dunia. Kini jazad 5 koban bersama ABK lain tidak ditemukan dalam Kapal KM Mina Sejati.

“Terkait dengan 20 korban lainnya yang tidak ditemukan atau hilang ditambah dengan 3 pelaku pembunuhan hingga kini kami (Lanal Aru Red) menganggap prosesnya sudah selesai. Jadi, dari 20 korban itu terdapat 5 korban sudah meninggal. Mereka semua tidak kami temukan. Proses pencarian kami anggap selesai,” jelasnya. (S-25)