AMBON, Siwalimanews – Jumlah korban meninggal da­lam peristiwa tenggelamnya long­boat tujuan Desa Banda Ely, Ke­camatan Kei Besar Utara Timur, Kabupaten Maluku Tenggara,  di sekitar perairan Tanjung Burang, Senin (21/2) bertambah menjadi 6 orang dari sebelumnya 5 orang.

Sementara 19 penumpang lainnya ditemukan selamat, dan telah dievakuasi ke Desa Banda Eli, Kecamatan Kei Besar Utara Timur, Kabupaten Malra

Korban meninggal dunia terdiri dari dua laki-laki dan empat pe­rempuan. Mereka masing-ma­sing, Ahad Renel, Tajali Salamun,  Hj Boy Siti Rumra, Oinay Uar, Sur­yati Fer serta bayi berumur 8 bulan.

Kepala Kantor SAR Ambon Mustari  mengungkapkan, sejak diterimanya laporan musibah yang terjadi pada, Senin (21/2) kemarin, pencarian korban longboat tenggelam di Perairan Tanjung Burang, Kabupaten Malra terus dilakukan tim SAR gabungan yang terdiri dari Pos SAR Tual beserta unsur potensi SAR. dengan menggunakan KN SAR BHARATA.

Pencarian terus dilakukan hingga sore hari kemarin, walaupun kondisi cuaca di lapangan tidak begitu bersahabat. Namun tingginya gelombang di perairan Malra yang mencapai kurang lebih 4 meter membuat tim SAR gabungan memutuskan untuk menyudahi pencarian akibat buruknya cuaca.

Baca Juga: Beroperasi Diluar Standar, Perlu Dievaluasi

Dikatakan, setelah melalui lintas koordinasi dengan berbagai unsur potensi SAR yang ada di Malra, Koordinator Pos SAR Tual menerima informasi dari Kasat Polair Polres Tual, bahwa seluruh penumpang berhasil ditemukan dengan tambahan korban meninggal yang sebelumnya 5 menjadi 6 orang.

“Sekiranya pukul 22.15 WIT kemarin tim mendapat laporan dari Kasat Polair Tual  sekaligus meralat jumlah penumpang longboat yang tenggelam di Tanjung Burang, menjadi 25 orang, dengan rincian 19 orang berhasil di temukan dalam keadaan selamat dan 6 orang meninggal dunia,” ungkap Mustari dalam rilisnya kepada Siwalima, Selasa (22/2).

Dikatakan, seluruh korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan menuju Desa Banda Eli, yang merupakan desa tempat tinggal para korban.

“Dengan ditemukannya seluruh korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai atau ditutup. Seluruh unsur potensi SAR dikembalikan ke satuannya masing-masing,” pungkasnya.

Terpisah Direktur Polairud Polda Maluku Kombes Harun Rosyid, mengungkapkan, kejadian naas ini berawal saat longboat bermuatan 25 orang itu bertolak dari Kota Tual, menuju Desa Banda Ely, Kecamatan Kei Besar Utara Timur, Kabupaten Malra.

Di tengah perjalanan longboat dihantam gelombang, hingga tenggelam. “Saat mendapat kabar kita mengumpulkan bahan keterangan dari pelapor, dan berkoordinasi dengan SAR Tual,” sebutnya.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Satpolairud Polres, Syahbandar dan Basarnas Tual bertolak menuju lokasi tengelamnya longboad naas itu. Tim SAR gabungan berangkat menggunakan kapal milik SAR Tual pukul 16.00 WIT.

“Seluruh korban meninggal dunia dan korban selamat telah dievakuasi ke Banda Eli,” jelasnya. (S-10)