AMBON, Siwalimanews – Puluhan masyarakat yang menamakan diri mereka Komunitas Revolusi Beta Kudeta (RBK) melalukan aksi demosntrasi di depan Kantor Gubernur, Senin (24/8).

Aksi demo ini dilakukan untuk mengkritik tindakan Sektretaris Daerah Maluku Kasrul Selang serta sejumlah anggota DPRD Maluku yang berjoget ria dan tidak mematuhi protokol kesehatan usai Paripurna Perayaan HUT Provinsi Maluku ke-75 19 Agustus kemarin.

Para demonstran mendatangi kantor gubernur sekitar pukul 10.05 WIT dengan membawa sejumlah pamflet yang bertuliskan ‘Pemerintah lebih mementingkan berjoget-joget dari pada keselamatan rakyat Maluku’.

Koordinator aksi Selfianus Sefula dalam orasinya menegaskan, Kasrul Selang harus dicopot dari jabatannya sebagai sekda maupun Ketua Harian Gustu Maluku, karena bergembira diatas penderitaan rakyat Maluku.

“Kami dari RBK sangat kecewa dengan Sekda Maluku dan beberapa anggota DPRD yang berjoget pada saat HUT Provinsi,s ebab telah melanggar aturan yang sekda gembor-gemborkan kepada masyarakat Maluku sesuai dengan Protokol Kesehatan Gustu Covid 19,” ungkapnya.

Baca Juga: PUPR akan Bangun Jembatan Darurat di Nalbesi

Ia menilai, selaku rakyat Maluku sudah mematuhi prosedur kesehatan pencegahan Covid-19, bahkan peraturan-peraturan lainnya yang ditentukan oleh Gustu Maluku, namum mereka sendiri yang melanggar peraturan tersebut dengan berjoget ria, apakah hal tersebut pantas dicontohi oleh masyarakat.

“Gubernur Maluku harus segera mungkin copot Sekda Maluku karena tidak pantas sebagai Ketua Gustu pencegahan Covid 19 Provinsi Maluku yang sudah menciderai aturan yang dibuat oleh pemerintah,” teriaknya.

Aksi yang dilakukan puluhan masyarakat ini, seperti tak digubris oleh para pejabat di Pemprov Maluku, sebab sejak kedatangan para demosntran dari pukul 10.05 hingga 10.45, tak satupun pejabat di Lingkup Pemprov Maluku yang datang menemui mereka.

Bahkan para demosntran tak diijinkan masuk ke halaman Kantor Gubenrur, sebab dijaga ketat Satpol PP. para demosntran hanya berada pada tangga masuk ke Kantor Gubenur dari arah Lapangan Merdeka.

Karena tak ada pejabat yang menerima mereka sekitar pukul Pukul 11.00 WIT para demonstran meninggakan depan Kantor Gubernur dan berjanji akan kembali melakukan hal yang sama lagi dengan masa yang lebih banyak. (Mg-5)