AMBON, Siwalimanews –  Komisi III DPRD Provinsi Maluku memastikan, talud penahan tanah disekitar Perumahan Bukit Hijau Urimessing yang terancam longsor akan dibangun.

Kepastian ini diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Maluku Richard Rahakbauw kepada wartawan, saat melakukan on the spot dilokasi perumahan tersebut, Jumat (14/10) kemarin.

Rahakbauw mengaku, pengembang beberapa waktu lalu telah menyampaikan surat permohonan bantuan kepada komisi dan itu telah ditindaklanjuti dengan dilakukannya on the spot untuk melihat langsung kondisi lingkungan di areal perumahan tersebut.

Dari pengamatan komisi di lapangan, ternyata kondisi lingkungan sekitar memang sangat rentan terhadap longsor, jika tidak ditangani secara terstruktur oleh pengembang, namun karena keterbatasan anggaran dari pengembang, maka komisi akan memperjuangkannya dalam APBD 2023.

“Kondisinya memang sangat rawan longsor jika kita tidak tangani segera, jadi nanti dalam APBD tahun 2023 kita coba masukkan dalam aspirasi komisi agar ditindaklanjuti dan dibangun, kasihan masyarakat yang sudah tinggal di perumahan ini,” ujar Rahakbauw.

Baca Juga: PDIP Maluku Target Dua Kursi di DPR

Menurutnya, apa yang dilakukan Komisi III semata-mata hanya untuk mendukung program pemerintah pusat, terkait dengan penyediaan sejuta rumah bagi masyarakat menengah kebawah yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Selain talud, Rahakbauw mengaku, jika kebutuhan jalan masuk sepanjang tiga ratus meter juga menjadi kebutuhan, akan tetapi pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Walikota Ambon agar dapat diintervensi juga oleh pemerintah kota.

“Untuk jalan masuk kita sudah agendakan untuk bertemu walikota Ambon untuk meminta agar diintervensi dalam APBD, sebab ini kebutuhan warga kota, jadi kita akan berkerjasama untuk menuntaskan keluhan masyarakat ini,” janji Rahakbauw.(S-20)