AMBON, Siwalimanews – Menjalin kedekatan, kebersamaan dengan media, Sub Bagian Humas Universitas Pattimura berbagi pengetahuan atau sharing knowledge dengan media, salah satunya Harian Pagi Siwalima.

Kunjungan jurnaslitik melalui program kerja Sub Kelompok Kerja Humas Unpatti dipimpin oleh Sub Koordinator Humas Unpatti Elvenda Taihutu didampinggi Sub koordinator Sarana Pendidikan Maryo Lainsamputty dan Sub Koordinator Kerja Sama Senny Syiauta.

Mereka disambut oleh pimpinan Redaksi Harian Pagi Siwalima Sherly Lotje Pattipawae didampinggi Redaktur Pelaksana Frangky Lekenany dan Koordinator Liputan Batje Warlauw.

Dalam pertemuan itu, banyak hal yang dibicarakan dua pihak diantaranya bagaimana kerja media hingga bisa eksis hingga sekarang, bagaimana membagi peran untuk menerbitkan satu media, membangun kerja sama dengan stakeholder dan apa manfaat kerja sama sampai dengan bagaimana peran media sebagai kontrol sosial walaupun memiliki kedepatan dengan obyek dan subyek pemberitaan.

“Bagaimana Siwalima sebagai media yang eksis di Maluku dan bisa bertahan selama ini. Kami ingin tahu apa yang dilakukan teman-teman,” kata Elvenda membuka pembicaraan dalam kunjungan kerjanya.

Baca Juga: Warga Waai Temui DPRD Malteng, Tolak Ambon New Port

Selain itu lanjutnya bagaimana membangun hubungan kerja sama dengan shakeholer di Maluku termasuk Universitas Pattimura.

“Siwalima bisa eksis sebagai media di Maluku karena kerja sama tim yang dibangun solid. Proses diawali dengan rapat redaksi pagi, kemudian peliputan dan kembali rapat untuk mempertanggungjawabkan berita hingga proses editing kemudian menjadi sebuah berita yang layak untuk diberitakan dilakukan bersama tim,” jelas Sherly.

Selain itu koordinasi juga dibangun disetiap tingkatan mulai dari reporter, redaktur hingga pimpinan. Apabila ada kekurangan dalam pemberitaan atau perlu pembobotan maka ada kebijakan pimpinan yang diambil.

“Seperti itu kerja kami di Siwalima hingga menjadi sebuah produk yang layak dijual ke pasar,” terang Sherly.

Kepala Sub Koordinatir Humas Unpatti itu kemudian menanyakan bagaimana misalnya ada seorang dosen ‘tidak suka’ dengan teman-teman dosen lain kemudian membuat sebuah pemberitaan untuk di muat di media. Apakah itu layak diberitakan atau butuh konfirmasi atau bagaimana.

“Keakuratan narasumber juga menjadi penentu sebuah berita itu layak naik atau tidak itu pertama. Kalau misalnya kasus seperti itu pertama perlu ada konfirmasi dengan pihak rektorat, kemudian layak tidaknya diberitakan tergantung hasil koordinasi dengan tim di semua tingkatan,” ujar Sherly lagi.

Bagaimana dengan unpatti tambah Elvenda lagi, sebelum menutup pertemumuan. Pimpinan redaksi kemudian mengaku selama ini hubungan dengan Unpatti berjalan dengan baik.

“Banyak kegiatan yang dilakukan melibatkan kami (Siwalima) namun hal terpenting adalah bagaimana humas bisa menjadi jembatan bagi media dalam hal keterbukaan informasi itu paling penting. Kami berharap peran kepada ibu Elvenda dan teman-teman,” pinta Sherly.

Mendapat jawaban itu tim Sub Koordinatir Humas Unpatti merasah cukup dan berharap kedepan hubungan seperti ini bisa terus terbangun dalam berbagai hal termasuk hubungan dengan media di Maluku termasuk Harian Pagi Siwalima. Pertemuan singkat itu diakhiri dengan foto bersama. (S-39)