AMBON, Siwalimanews – Kepala Kantor wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Maluku, H. Yamin mengatakan 1 Syawal 1445 Hijriah menunggu hasil sidang Isbat Kemenag RI.

Pasalnya, berdasarkan hasil rukyat hilal atau pengamatan hilal oleh BMKG, Pengadilan Tinggi Agama dan Kemenag Maluku hilal di Ambon tak terlihat.

“Kami mengharapkan untuk pelaksanaan shalat 1 Syawal 1445 Hijriah dapat kita pastikan menunggu keputusan resmi dari sidang isbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia,” kata Yamin, usai pemantauan Hilal bersama di Tanjung Nusaniwe, Ambon, Selasa (9/4).

Ia menjelaskan, berdasarkan pemantauan posisi matahari akan terbenam pada pukul 18.30.21 WIT, posisi azimuth pada pukul 18.57.32 WIT. Sementara, tinggi Hilal yang Hakiki berada pada 5,707 derajat.

Namun demikian, posisi hilal tak terlihat lantaran hujan dan kabut awan.

Baca Juga: DPRD Minta Dikbud Hentikan Tes Pengangkatan Kepsek

“Kemudian dapat dipastikan bahwa hilal Tidak dapat terlihat dikarenakan karena hujan dan kabut awan sehingga tidak dapat dilihat,” jelasnya.

Sebelumnya Kepala Stasiun Geofisika Ambon, Djati Cipto Kuncoro menjelaskan, dari pantauan hilal di Tanjung Nusaniwe tinggi hilal telah terlihat.

Lokasi Tanjung Nusaniwe dipilih berdasarkan tingkat obstacle dalam hal Penghalang dan Hambatan cukup rendah.

“Saat matahari terbenam, ketinggian hilal di  Tanjung Nusaniwe, Kota Ambon, berada di atas 5,7 derajat, sesuai standar Hilal tiga 3 derajat dan karena itu besok bisa dipastikan Lebaran,” ungkap Kuncoro.

Meski demikian, kepastian lebaran masih menunggu sidang isbat nasional malam nanti.

“Sudah terlihat tetapi untuk kepastian lebaran kita menunggu hasil sidang isbat nasional malam nanti,” tambahnya.(S-26)