AMBON, Siwalimanews – Sejak diambil spesimen oleh petugas Kesehatan Maluku pada 18 September lalu, untuk diberiksa di laboratorioum, hingga kini hasilnya nihil. Tunggu punya tunggu ternyata, alat PCR untuk memeriksa spesimen swab milik Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL PP) Klas II Ambon rusak.

“Saya cek ke Kadis Kesehatan, hasil swab anggota DPRD dan pegawai, beliau bilang belum ada, alat PCR milik BTKL PP rusak,” ujar Sekwan DPRD Maluku, Bodewin Wattimena kepada wartawan di kantor gubernur Maluku Selasa (23/9).

Dijelaskan proses pengambilan swab terhadap anggota dan puluhan pegawai DPRD Maluku dilakukan di lobi Kantor DPRD ini, Kamis (17/9).

“Saya kira hasilnya keluar hari Senin, tapi ternyata tidak, kita tunggu sampai hari Selasa juga tidak kabar, Rabu saya cek, hasil swab belum keluar karena alat PCR di BTKL PP rusak,” jelas Wattimena.

Dirinya mengaku ada rencana dilakukan swab ulang bagi anggota DPRD maupun pegawai.

Baca Juga: Guru Terpapar Covid di Namlea Meninggal Dunia

“Karena hasilnya tidak ada dan alat rusak, rencana kita akan lakukan swab ulang kembali,” terangnya singkat.

Sementara itu, Kepala BTKL PP Klas II Ambon budi santoso yang dikonfirmasi Siwalima melalu pesan singkat whatsapp membenarkan kalau alat PCR milik mereka rusak.

“Memang alat kita rusat, tapi sudah diperbaiki, hari ini sudah bisa di operasikan kembali,” kata Budi.

Dirinya juga meminta dukungan agar kerja tim melakukan pemeriksaan terhadap swab spesimen yang masuk dilakukan dengan baik.

“Semua sudah berjalan normal kembali. Doakan kami bisa operasional optimal untuk Provinsi Maluku, terima kasih,” tandasnya.

Sedangkan Sekda Maluku, Kasrul Selang yang dikonfirmasi tidak merespon terkait dengan kerusakan alat PCR milik BTKL PP tersebut.

Jalani Swab

Diberitakan sebelumnya, sebanyak dua anggota DPRD dan puluhan pegawai di lingkup sekretariat DPRD Maluku serta wartawan menjalani pemeriksaan swab test.

Pengambilan sampel swab ini berlangsung di lobi Kantor DPRD , Kamis (17/9).

Dua anggota dewan yang menjalani pemeriksaan swab test adalah, Benhur Watubun dan Aziz Sangkala, sedangkan yang lainnya belum, karena masih dalam agenda reses.

Tak hanya anggota dan pegawai DPRD, sebanyak 11 wartawan yang meliput di DPRD juga mengikuti swab, dengan tujuan agar DPRD terbebas dari Covid-19.

Pantauan Siwalima, antusias para pegawai staf sekretariat DPRD sangat tinggi dalam mengikuti proses pengambilan swab.

Sekretaris DPRD Maluku, Bodewin Wattimena kepada wartawan, Kamis, (17/9) mengatakan, kebijakan untuk dilakukan swab pada Sekretariat DPRD Maluku ini dalam rangka menindaklanjuti Instruksi Gubernur Maluku agar dilakukan pemeriksaan spesimen terhadap ASN dan pegawai kontrak mau­pun mitra lingkup Peme­rintah Provinsi Maluku. (Cr-2)