NAMLEA, Siwalimanews – Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Buru Nani Rahim menjelaskan, setelah hasil PCR pasien dengan inisial FN dinyatakan positif terpapar Covid-19, maka hari ini Rabu (29/4) tim satgas melakukan tracking terhadap orang-orang yang pernah dekat dengan FN.

“Tim mulai melakukan tracking orang-orang yang pernah kontak dengan FN, termasuk keluarganya termasuk pacarnya. Semua  sudah didata dan akan ditracking untuk memastikan semua sehat dan tidak ketularan,” ungkap Nani dalam keterangan persnya kepada para wartawan di Namlea Selasa (28/4) malam.

Dijelaskan, hasil PCR terhadap FN (23) terkonfirmasi positif Covid-19, sehingga pihak provinsi memberikan status kepadanya pasein kasus 23. FN diduga terpapar dari teman dekatnya pasein kasus 16 yakni  mahasiswa asal NTT yang tiba bersama rombongan mahasiswa Buru dari zona merah Jakarta pada 31 Maret lalu.

Dari 9 orang yang telah diambil swab pada 20-21 April lalu , 8 orang lainnya PCRnya negatif. Terhadap 8 orang yang hasil PCR negatif, tidak lagi akan dikarantina di Silta, namun akan dipulangkan ke rumah keluarga masing-masing pada hari Rabu esok (28/4).

“Walaupun dijinkan kembali pulang, namun 8 orang ini tetap diminta untuk melanjutkan karantina mandiri di rumah masing-masing selama satu minggu,” ujar Nani.

Baca Juga: Perairan Maluku Terancam Gelombang Tinggi

Menurutnya, mereka yang diambil swabnya untuk tes PCR adalah pelaku perjalanan dari zona merah dan masuk dalam pantauan.

Sewaktu rapid test di hari ke-14  bereaksi positif, ini dikerenakan imun tubuh mereka sedang bereaksi melawan virus ini yang bersarang di tubuh mereka dan selama jalani karantina, mereka diberikan vitamin dan obat lainnya serta selalu menjaga kesehatan, berolahraga bahkan makan makanan yang sehat, sehingga saat diswab di hari ke-20, anti bodi mereka sudah mampu melawan dan tidak lagi ada virus tersebut di tubuh mereka.

“Sedangkan FN teman kontak langsung dengan pasien 16 ini,  baru menjalani karantina dan langsung diswab tiga hari kemudian sehingga hasil  PCRnya terkonfirmasi positif terpapar Covid-19,” tuturnya.

Dikatakan, saat ini Kabupaten Buru masuk dalam zona kuning, karena dari awal pelaku perjalanan yang datang ke daerah itu sampai 17 April lalu lebih dari 1.500an jiwa dan selama dalam masa pemantauan, ODP juga cukup banyak.

Buru masuk dalam zona kuning, karena sudah terdeteksi mulai penularan lokal, sebab FN yang positif Covid-19 dia bukan pelaku perjalanan dari zona merah bersama rekan-rekan yang lain.

“FN datang dari Jakarta lebih awal atau sebulan sebelum ibu kota negara terpapar covid 19, sehingga kemungkinan yang bersangkutan tertular dari temannya,” ucap Nani.

Paska FN terkonfirmasi positif lanjut Nani, Satgas mulai mengambil langkah langkah terukur. Bahkan FN sudah diajak bekerjasama guna memberikan nama teman-teman kontak dekatnya yang pernah bersama sebelum ia dikarantina dan diambil swab tenggorokan.

Hanya saja sangat disayangkan, FN masih belum terbuka dengan alasan takut, sebab tim sudah berulangkali memintanya untuk terbuka, namun ia tetap memilih bungkam.

“Tadi sudah kita hubungi dia, cuma dia tidak mau sebut nama-nama orang yang pernah kontak sama dia karena nanti teman-temannya marah,” pungkasnya.(S-31)