AMBON, Siwalimanews – Gubernur Maluku Murad Ismail akan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten SBT dengan membo­yong sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kabupaten berju­lukan Ita Wotu Nusa itu.

“Ini kunjungan kerja biasa sebagai Gubernur Maluku, untuk berdialog dengan masyarakat dan mencari ma­sukan bagi pembangunan di Kabu­paten SBT, tidak ada kaitan dengan politik,” jelas Sekda Maluku, Kasrul Selang kepada wartawan di kantor gubernur, Selasa (13/10).

Dijelaskan, agenda kunjungan gubernur memang sudah disusun beberapa waktu lalu namun tertunda dan baru dilakukan saat ini.

Dan sejumlah Kepala OPD yang dibawa seperti, Kepala Dinas Kese­hatan Meikyal Pontoh, Kadis PUPR Muhamat Marasabessy, Kadis Pe­rindag Elvis Pattiselanno, Kadis Ke­hutanan Sadli Ie, Kepala Dinas Ko­perasi M Nasir Kilkoda, Kadis So­sial Sartono Pinning, Kadis Ketaha­nan Pangan Lutfi Rumbia, Asiten III Bidang Perekonomian Pembangu­nan Setda Maluku Ismail Usemahu, dan sejumlah pimpinan OPD lain­nya.

“Saya tegaskan ini kunjungan kerja biasa, dan gubernur ingin melihat dan meminta masukan dari warga di SBT,” jelas Kasrul.

Baca Juga: Mahasiswa Unpatti Anarkis

Kenapa kabupaten yang akan menggelar pemilihan kepala daerah serentak yang dipilih gubernur da­lam kunjungan kerja mengakap tidak di kabupaten lain, Kasrul  dirinya mengaku kalau kunjungan ini bukan hanya satu kabupaten saja, tetapi beberapa.

Dan kunjungan kali ini dilakukan sejak tanggal 15-17 Oktober untuk me­ngunjungi seperti Desa Kian­darat, Geser, dan Werinama.

“Belau adalah kepala daerah yang sempat tertunda. Yang jelas beliau adalah pemimpin tertinggi dan be­liau akan melihat sebagian wilayah ada ada disana dan pilkada di te­ngah pandemi. Ini juga  salah satu pesan dari kunjungan nanti ,” jelas Kasrul.

Sekda juga membantah kalau keda­tangan gubernur ke daerah yang waktu pilkada kemarin Murad-Ismail dan Barnabas Orno kalah telak sehi­ngga ingin mengembalikan keper­cayaan kepada masyarakat bawa dirinya juga membangun SBT.

“Tidak ada agenda politik, beliau adalah kepala daerah, ini kunjungan kerja biasa. Jangan berandai-andai dulu atas kunjungan beliau,” tan­das­nya. (S-39)