AMBON, Siwalimanews – Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika menjelaskan, gempa tektonik dengan magnitudo 5,3 skala richter yang terjadi diwilayah Laut Banda pada. Senin (4/10) pukul 21:28:46 WIB tidak berpotensi tsunami.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno mengatakan, berdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki parameter update dengan magnitudo  5,3 SR dan episenter gempa terletak pada koordinat 3,53 LS ; 129,65 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 75 km arah Tenggara Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, pada kedalaman 20 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar Lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan sesar mendatar (strike-slip),” jelas Prayitno dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalimanews, Selasa (5/10).

Untuk guncangan gempa ini kata Prayitno, dirasakan di daerah Tehoru, Masohi dan Saparua  III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah yang mana terasa getaran seakan akan truk berlalu.

Namun, hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Sementara hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.  Namun hingga pukul 21:53 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan ( aftershock).

Baca Juga: Sairdekut Pastikan Anggaran Pembangunan RSUD Haulussy Milik Pemprov

BMKG sendiri telah menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, selain itu masyarakat juga diminta menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali kedalam rumah,” himbau Prayitno.

Ia juga minta kepada masyarakat untuk memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi. (S-51)