AMBON, Siwalimanews – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Maluku mengaku siap membantu korban bencana banjir rob yang terjadi di Kabupaten Seram Bagian Timur  (SBT), sejak 22-23 Februari.

Sedikitnya 539 warga harus tinggal di lokasi pengungsian sementara 19 unit rumah dilaporkan rusak berat dan 17 rusak sedang.

Banjir rob yang menerjang Kabupaten SBT itu terjadi di tiga wilayah yakni Desa Sesar, Kampung Nelayan Desa Englas (Kecamatan Bula), Desa Hote Kecamatan Bula Barat dan Kecamatan Kesui Watebela.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Henri Far-Far ketika dikonfirmasi Siwalima, Senin (28/2) menjelaskan sejauh ini pemerintah provinsi siap memberikan bantuan tanggap darurat kepada masyarakat SBT.

“Kita pada dasarnya siap. Sejauh ini bencana yang terjadi masih bersifat lokal dan dapat ditangani oleh pemerintah kabupaten,” jelas Far-Far.

Baca Juga: MTs Muftahul Khair Namlea Wisudakan 46 Santri

Kalau Pemerintah Kabupaten SBT menyatakan status bencana banjir rob yang terjadi di Bumi Ita Wotu Nusa menjadi status darurat maka menurutnya itu bersifat masih.

“Kalau masif, maka pemerintah provinsi bisa langsung menangani. Ini tergantung skala bencana juga. tetapi ini skala lokal dan sejauh ini pemerintah kabupaten mampu menangani,” ujar Far-Far.

Ditambahkan pemerintah kabupaten juga sejauh ini belum mengajukan bantuan tanggap darurat kepada pemerintah provinsi terkait dengan kejadian yang membuat ratusan warga mengungsi.

“Belum ada pengajuan bantuan tanggap darurat. Itu berarti masih bisa ditangani langsung oleh daerah,” tandasnya.

539 Warga Mengungsi

Diberitakan sebelumnya, gelombang pasang disertai hujan deras mengguyur wilayah di Kabupaten Seram Bagian Timur. Tercacat ratusan warga mengungsi.

Tiga wilayah yang dikepung gelombang tinggi dan hujan desa yakni desa Sesar, Kampung Nelayan, Desa Englas dan Desa Hote.

Akibat cuaca ekstrem tersebut menyebabkan 539 warga SBT mengungsi, 19 rumah rusak berat dan 17 rumah rusak ringan.

Demikian diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten SBT Usman Keliobas kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Rabu (23/2)

Keliobas mecincikan total rumah dan bangunan yang rusak akibat gelombang pasang sebanyak 36 unit dengan kategori rusak berat 19 unit dan rusak ringan 17 unit.

Disebutkan data kerusakan akibat bencana gelombang pasang tersebar di tiga lokasi yakni Desa Sesar, Desa Englas, Kecamatan Bula serta Desa Hote Kecamatan Bula Barat.

Kata dia di Desa Sesar, BPBD mencatat rumah rusak sebanyak 15 unit yakni 3 rusat berat dan 12 rusak ringan. Sementara di Desa Englas rumah warga yang rusak berat sebanyak 5 unit.

Sesuai data yang diperoleh BPBD SBT tercatat 539 warga di Desa Sesar, Kampung Nelayan, Englas dan Desa Hole yang mengungsi. sementara rumah warga yang rusak berat 19 unit dan rusak ringan 17 unit,” ujarnya. (S-09)