AMBON, Siwalimanews – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Pattimura melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (BPSDM PMDDTT) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT).

Penandatanganan berlangsung di ruang IT Center Lantai 4 Gedung Laboratorium Terpadu Pendukung Blok Masela Universitas Pattimura, Selasa (7/5) kemarin oleh Dekan FPIK Unpatti, Yoisye Lopulalan dan Kepala BPSDM PMDDTT Kementerian Desa PDTT, Luthfiyah Nurlaela

Tujuan kerja sama itu adalah untuk mensinergikan penerapan Tridharma Perguruan Tinggi dalam rangka pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyatakat.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi, Ruslan H Tawari dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih atas kerja sama tersebut.

Menurutnya, ini suatu kehormatan bagi Universitas Pattimura karena dapat menjalin kerja bersama dengan Kementerian Desa PDTT.

Baca Juga: Komisi III Mulai Awasi Pekerjaan Mess Maluku

“Unpatti merupakan perguruan tinggi negeri yang masuk dalam Perguruan Tinggi Untuk Desa (PERTIDES), dan perlu diketahui bahwa kerja bersama yang dilakukan saat ini sebelumnya sudah dilakukan dengan Fakultas Pertanian juga,”katanya.

Dia mengakui, perlu membangun kolaborasi dan komunikasi secara berkelanjutan, sehingga dapat mewujudkan pendidikan menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di desa, kawasan pedesaan, daerah tertinggal, dan kawasan transmigrasi, dan mendukung percepatan pembangunan dan pemberdayaan desa, daerah tertinggal, dan kawasan transmigrasi.

Dia  berharap, kedepannya bukan hanya kerja bersama dengan Fakultas Pertanian maupun FPIK saja, tetapi dengan fakultas lain yang membawa dampak positif bagi perguruan tinggi dan juga masyarakat desa dalam mengatasi berbagai permasalahan yang ada.

“Kami berharap kerja sama ini dapat membawa solusi terhadap pengembangan desa khususnya pada desa-desa pesisir,”harapnya.

Sementara itu, Dekan FPIK Yoisye Lopulalan juga menjelaskan, Maluku adalah daerah kepulauan, dan sumber daya perikanan dan kelautan di Maluku sangat melimpah, maka ini adalah peluang agar perikanan dapat diberdayakan masyarakat dengan sebaiknya.

“Kerja sama ini adalah sinergi penerapan Tridharma Perguruan Tinggi Negeri dengan meliputi 3 aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat. Sehingga ruang lingkup kerja sama yang dibangun tentu didalamnya terdapat pertukaran data dan informasi, pelaksanaan pemberdayaan masyarakat meliputi penyuluhan, pelatihan dan pendampingan dibidang pengelolaan kemaritiman.

“Disamping itu juga ada pertukaran pelaksanaan magang untuk mendukung Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang menjadi program Kemendikbudristek,” jelasnya.

Dia menambahkan, FPIK memiliki sumber daya manusia yang siap untuk mendukung seluruh program yang sudah dibangun saat ini. Sehingga melalui kerja sama ini, diharapkan semuanya dapat diimplementasikan, dan output serta outcome dapat dirasakan bukan hanya bagi masyarakat pesisir, tetapi juga secara khusus bagi mahasiswa FPIK sendiri.

Kepala BPSDM PMDDTT, Luthfiyah Nurlaela juga menyampaikan tentang tugas utamanya, melaksanakan penyuluhan, pelatihan dan pemberdayaan masyarakat. Dimana setiap Balai tentu memiliki wilayah kerja, dan Balai Ambon sendiri memiliki 2 wilayah kerja, yaitu Maluku dan Maluku Utara.

“Karena itu kami perlu membangun kerja bersama dengan salah satu perguruan tinggi di Maluku yaitu Universitas Pattimura dan juga stakeholder lainnya, agar permasalahan secara umum yang ada di Maluku dapat diatasi bersama,”harapnya.

Namun meski demikian, dikatakan ini bukan program yang muda untuk dikelola. Karena itu, dibutuhkan input atau calon mahasiswa yang memiliki potensi baik, dan tentunya disesuaikan dengan standar seleksi dan standar nasional pendidikan tinggi.

“Kami sangat terbuka bagi mahasiswa Universitas Pattimura yang ingin melakukan magang di Balai Ambon, karena itu manfaatkanlah momentum MBKM ini dengan sebaiknya. Kami berharap agar kedepannya kita tetap terus membangun kolaborasi, baik untuk Tridharma Perguruan Tinggi maupun bagi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM),” harapnya.(S-25)