AMBON, Siwalimanews – Dana tunjangan sertifikasi guru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2022 diduga mengendap di Dinas Pendidikan Kota Ambon.

Betapa tidak sudah dua triwulan tunjangan sertifikasi guru tidak kunjung  cairkan oleh Dinas Pendidikan yang jabat oleh Ferdinand Tasso.

Triwulan pertama terhitung sejak bulan Januari-Maret dan triwulan dua untuk bulan April hingga bulan Juni.

“Jangankan triwulan dua, triwulan pertama saja sampai sekarang belum dicairkan,” kata salah satu guru sekolah dasar yang namanya enggan di korankan kepada Siwalima, Senin (30/5).

Dirinya mengaku bersama dengan guru-guru yang lain sudah pernah menayakan kepada dinas kapan tunjangan ini dicairkan namun tidak mendapatkan jawaban yang pasti.

Baca Juga: Hanubun: Akan Bangkitkan Pariwisata

“Mereka bilang belum, ya kalau dinas sudah bilang belum kita mau apa, tugas kami adalah mengajar sesuai dengan petunjuk selesai,” terangnya.

Sertifikasi guru ini jelasnya dibayarkan pemerintah setiap tahunnya dimana setipa penerima akan dibayarkan satu kali gaji pokok.

Tunjangan ini sendiri diberikan kepada guru telah lulus proses sertifikasi atau disebut sebagai seorang guru yang profesional.

“Sekarang sudah mau masuk triwulan kedua, kalau sampai tidak cair lagi, patut kita pertayakan kinerja dinas seperti apa, kecuali kita tidak melaksanakan tugas, itu hak bagi setia guru yang sudah mendapatkan sertifikasi,” jelasnya.

Informasi yang mereka dapat, kalau dinas pendidikan tidak memiliki anggaran lagi padahal anggaran pendidikan itu tidak mendapatkan refocosing dari pemerintah sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Katanya tidak ada anggaran lagi makanya dinas tidak bisa mencairkan, kami berharap penjabat walikota ambon bisa melihat masalah ini karena sudah lima bulan berjalan tidak ada tanda-tanda pembayaran, harapnya.

Selain itu juga dirinya meminta kepada Penjabat Walikota Ambon bodewin wattimena untuk melakukan pengawasan terhadap pengelolaan keuangan pada dinas pendidikan.

“Harus diawasi kinerja Dinas Pendidikan. Ini hanya contoh kecil jangan sampai ada pengelolaan keuangan lain yang tidak beres sehingga berimbas pada tidak dicairkanya tunjangan sertifikasi guru. Bisa jadi,” pungkasnya.

Sementara itu kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon Ferdinand Tasso coba dikonfirmasi terkait dengan keluhan sejumlah guru tersebut tidak memberikan respon. (S-09)