AMBON, Siwalimanews –  Dalam dua hari, Balai Teknis Kese­hatan Ling­kungan dan Pengen­dalian Penyakit (BTKL PP) Kelas II Ambon, me­meriksa 300 spesimen Covid-19, dari sejum­lah kabupaten kota di Maluku.

Sebanyak 100 spesi­men dipe­riksa dengan metode polymerase chain reaction (PCR) pada Senin (8/6), dan Selasa (9/6) 200 spesi­men.

“200 sampel spesimen sudah ada hasilnya, sedangkan yang lagi berproses di laboratorium sekitar 100 spesimen lagi,” kata Kepala BTKL PP Ambon, Budi Santoso yang dikonfirmasi Siwalima melalui telepon selulernya, Selasa (9/6).

Budi mengaku, setiap hari ada spesimen yang masuk ke BTKL PP Ambon.

“Kebanyakan datang dari Kota Ambon, sedangkan sebagian lagi datang dari sejumlah kabupaten lainya di Maluku,” terangnya.

Baca Juga: Tolak Pasien, DPRD Panggil 4 Direktur RS

Budi juga tidak merincikan secara detail berapa jumlah spesimen dari kabupaten dan kota. ‘Yang pasti setiap spesimen yang masuk petugas siap untuk memeriksa dan melaporkan kembali kepada pihak yang mengirimkan spesimen,” ujarnya.

Sebelumnya Budi menjelas­kan, alat PCR yang digunakan untuk proses pemeriksaan sampel swab dapat membaca 30 sampel, sehingga dalam sehari pemeriksaan sampel dapat dilakukan satu sampai dua kali pemeriksaan. “Sekali baca PCR di alat itu 30 sampel. Kita bisa periksa sampel itu bisa satu sampai dua kali,” jelas Budi kepada wartawan di aula kantor tersebut, Jumat (29/5) lalu.

Namun demikian, kata Budi, dalam pemeriksaan sampel, terkadang ada erornya, karena tidak muncul angka atau tidak terbaca. Solusinya harus dimulai dari awal lagi proses pemeriksaan

“Kalau sudah begini butuh waktu lima jam lagi untuk proses dari awal sampai dengan proses pembacaan hasil lab dan dilaporkan,” jelasnya.

Lebih lanjut Budi menjelaskan, setelah melalui proses pemeriksaan dan hasilnya keluar, kemudian proses selanjutnya diserahkan ke Dinas Kesehatan Provinsi Maluku maupun kabupaten dan kota yang mengirim sampel.

“Hasil yang disampaikan ke provinsi maupun kabupaten lengkap dengan identitas pasien dan penomorannya,” kata Budi.

Budi mengungkapkan, tenaga analisis di BTKL PP Ambon berjumlah 6 orang dan jumlah ini cukup untuk melakukan analisa terhadap sampel-sampel swab yang masuk.

“6 tenaga analisa yang kita punya saat ini cukup untuk lakukan uji sampel swab yang masuk, sebab pemeriksaan swab paling lama itu hanya 5 jam. Semua tenaga analisa ini dibagi dalam tiga shift kerja,” jelasnya.

Ditambahkan, selama ini BTKL PP tugasnya pencegahan dan pengendalian penyakit.

“Tugas kita itu melakukan survei berbasis laboratorium melalui kegiatan teknis uji,” kaji dan solusi,” ujarnya.

Namun dengan adanya pancemi Covid-19, BTKL PP membantu pemerintah daerah khususnya gugus tugas untuk memeriksa sampel swab  pasien. (S-39)