AMBON, Siwalimanews – Dua desa di Kota Ambon tidak mendapatkan bantuan berupa sembako yang disalurkan Presiden melalui Pemkot Ambon.

Walikota Ambon Richard Louhenapessy  ketika ditemui sesusai penyerahan sembako secara simbolis mengungkapkan, ada dua desa di Kecamatan Leitimur Selatan yang tidak mendapatkan sembako, yakni Desa Naku dan Desa Ema.

“Masyarakat di dua desa ini sudah disentuh oleh program bantuan Kementrian Sosial dan pemerintah, sehingga mereka tidak diwajibkan untuk mendapatkan bantuan yang diberikan langsung oleh presiden,” ungkap Louhenapessy, saat menyerahkan secara simbolis 5000 paket sembako bantuan presiden, yang berlangsung di Halaman Parkir Balai Kota Ambon, Minggu (10/5).

Dijelaskan, bantuan presiden ini akan arahkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkannya. “Kebijakan kita tidak akan memberikan lagi bantuan sembako presiden ini bagi masyarakat di Desa Naku dan Ema karena kita akan memberikan kepada keluarga yang lebih membutuhkannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, bantuan sembako sebanyak  5000 paket ini diamanatkan presiden kepada keluarga yang membutuhkan, yang sama sekali belum mendapatkan bantuan sembako dari pemerintah lewat program-program jaringan sosial, kementrian sosial dan batuan program lainnya.

Baca Juga: Komisi III Batal On The Spot Distributor Sembako

“Amanat oleh pak Presiden bantuan ini diarahkan kepada mereka yang sama sekali belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah baik lewat program-program jaringan sosial Kementerian Sosial maupun program bantuan orang miskin baru sebagai dampak dari pengaruh dari covid-19,” jelasnya.

Kata dia, 5000 paket sembako yang langsung diberikan kepada 50 desa/kelurahan yang tersebar di Kota Ambon sebanyak 100 paket. Ia janjikan seluruh paket tersebut akan dibagikan secara merata dan tepat sasaran.

“5000 paket sembako yang oleh kebijakan pemerintah Kota Ambon disebarkan masing-masing 100 paket kepada 50 desa/kelurahan sesuai dengan jumlah desa/kelurahan yang ada di wilayah Kota Ambon dan paket-paket ini dibagi secara merata kepada seluruh masyarakat yang membutuhkannya yang diawali dengan sejumlah indikator yang kota siapkan kepada siapa bantuan-bantuan ini akan kita sampaikan,” tuturnya.

Walikota menambahkan, mengurangi kecurigaan masya­rakat, pemerintah kota member­dayakan tukang ojek serta sopir angkot untuk mengangkut sem­-bako yang ada di Bulog untuk disalurkan ke desa/kelurahan yang warganya terdaftar untuk mendapatkan bantuan.

“Untuk mengurangi kecurigaan masyarakat kita memberdayakan juga tukang ojek yang ada di desa/kelurahan situ supaya mereka bisa diberikan biaya distribusi. Jadi sistemnya para tukang ojek dan para sopir itu menjemput barangnya dari gudang Bulog, kemudian itu dibagikan, diantar ke desa dan kelurahan masing-masing,” tambahnya. (Mg-6)