PEMERINTAH Kabupaten Maluku Tengah akhirnya melaunching program dompet siyafa yang sejak awal menjadi program terobosan Penjabat Bupati Malteng, Rakib Sahubawa.

Program yang digagas untuk menyantuni kaum duafa terutama anak yatim, piatu, janda dan  lansia yang memiliki tanggungjawab keluarga itu resmi diluncurkan di Baileo Soekarno masohi, Senin (05/12).

Tak hanya launching program, namun langsung dieksekusi bantuan sejumlah uang tunai bagi para lansia, janda dan anak yatim dan piatu. Jumlah uangnya pung variatif, mulai dari 200 hingga 250 ribu rupiah.

Sahubawa mengatakan, penyaluran bantuan tunai langsung bagi kaum duafa di Malteng akan berlangsung setiap bulan.

Baginya langkah itu adalah wujud dari salah satu instrumen pemerintah dari sekian banyak upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah kemiskinan ekstrim di wilayah Malteng.

Baca Juga: Bupati: ASN Harus Netral Dalam Pemilu

“Tentu yang lakukan  saat ini adalah wujud dari implementasi penyaluran santunan dhuafa yang telah menjadi komitmen awal kami ketika dilantik tanggal 12 September lalu. Selain sebagai salah satu program terobosan kami, namun adalah wujud dari realisasi tanggung jawab agama untuk memperhatikan mereka yang lemah, tertutama anak yatim, piatu, yatim piatu, para lansia dan ibu ibu janda,” jelasnya.

Sahubawa mengapresiasi sikap Baznas Kabupaten Malteng yang turut mendorong terlaksananya launching program Dompet Siafa untuk kaum Dhuafa itu.

Untuk diketahui, penanganan kemiskinan ekstrem, perintah Kabupaten Malteng yang dipimpin Penjabat Bupati Malteng, Rakib Sabubawa meluncurkan program inovasi yang dinamakan gerakan inovasi Dompet Kasih Sayang Dhuafa atau DOMPET SIAFA yang diimplementasikan melalui pemberian santunan dhuafa.

Selain itu menyantuni anak yatim dan piatu orang tua lansia serta para janda, pemeintah juga mendorong program tambahan penghasilan bagi petugas kebersihan rumah Ibadah,Baik penghulu,Marbot Masjid,Tuagama di gereja serta lainnya.

Langkah terobosan ini dipastikan akam terus berjalan sepanjang tahun 2024 mendatang di masa kepemimpinan Sahubawa sebagai orang nomor satu di bumi Pamahanu-Nusa itu. (S-17)