AMBON, Siwalimanews – Dinas Perhubungan Maluku terus gencar melakukan sosialisasi, terkait dengan pembebasan lahan untuk kepentingan proyek strategis nasional Ambon New Port.

Kepala Dinas Perhubungan Maluku Muhammad Malawat kepada wartawan di Baileo Rakyat Karang Panjang, Jumat (17/12) menjelaskan, hingga kini pihaknya terus melakukan sosialisasi terkait harga lahan untuk warga Negeri Waai dan dua dusun yaitu Dusun Batu Naga dan Ujung Batu.

“Masyarakat Waai sudah sepakat menyerahkan lahan dengan proses ganti rugi yang sesuai,” ujar Malawat.

Dishub juga kata Malawat, telah melakukan uji publik kepada masyarakat di Dusun Batu Dua dan Ujung Batu, sehingga untuk Negeri Waai sendiri telah selesai, dalam artian telah ada kesepakatan untuk menyerahkan lahan.

Namun begitu, untuk Dusun Batu Naga dan Ujung Batu masih terkendala 85 KK, yang hingga kini belum menyatakan sikap sepakat atau tidak sepakat lahan mereka digunakan untuk proyek ini.

Baca Juga: Jaksa Kembali Periksa Lima Anggota DPRD

“Untuk Dusun Batu Naga ada 1 KK yang tidak sepakat, Dusun Ujung Batu  terdapat 7 KK, kemudian ada sekitar 85 KK yang belum memberikan pernyataan sikap setuju atau tidak, dan mereka ini menggunakan kuasa hukum yang memfasilitasi mereka, dan kita sudah berinisiatif mengundang kuasa hukumnya, namun kita tunggu pada kepastian waktu yang ditentukan, sampai sore tak kunjung datang,” beber Malawat.

Menurutnya, Dinas Perhubungan dalam posisi menunggu sikap dari masyarakat, artinya jika memang sepakat atau tidak sepakat harus dikonfirmasikan, agar dinas juga mengetahui dengan jelas, alasannya seperti apa, sehingga poin-poin ganjalan ini menjadi fokus perhatian dinas, sebab pembangunan ini menjadi proyek startegis nasional.

“Kemarin kita sudah undang lembaga manajemen aset negara (LMAN), dalam hal ini anggaran sudah ready, justru mereka menunggu agar urusannya cepat rampung dan proses pembayaran bisa berjalan,” ungkap Malawat.

Olehnya, Malawat menghimbau masyarakat untuk bersama-sama menyambut program ini, karena pasti akan memberikan multiplier effect bagi masyarakat, apalagi proyek ini merupakan proyek terbesar di Indonesia timur. (S-50)