AMBON, Swalimanews – Gedung Gereja Mahanaim resmi ditahbiskan oleh Ketua MPH Sino-de GPM Pendeta Ates Werinnusa. Dengan begitu jemaat Mahanaim terpisah dari gereja induk Gereja Bethania dan berdiri sendiri.

Pentahbisan gedung gereja Mahanaim yang terletak di Jalan Rijali, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Sabtu (31/10)  dibangun sejak tahun 2018 dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 2 miliar lebih.

Acara diawali dengan ibadah di Gedung Gereja Behtania, kemudian para pendeta dan majelis jemaat membawa skramen kudus menuju ke Gedung Gereja Mahanaim.

Tiba di gedung gereja baru tersebut, Ketua Sinode dan Gubernur Maluku yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan Meggy Samson menandatangani prasasti kemudian dilanjutkan dengan penekanan tombol pembukaan papan nama gereja dan penyerahan kunci oleh  panitia pembangunan kepada Ketua Sinode dan diteruskan dengan pembukaan pintu gereja untuk ibadah perdana yang dipimpin Pendeta M Soukotta.

Gubernur Maluku Murad Ismail dalam sambutannya yang dibaca-kan Meggy Samson mengatakan, dalam peristiwa pentahbisan ru-mah ibadah adalah kebersamaan dan persaudaraan. Pasalnya, gedung bereja ini tidak dibangun seorang diri, namun atas dasar persekutuan dan kebersamaan.

Baca Juga: Rayakan Setahun ACOM di Jakarta, Ambon Kehilangan Identitas

“Bangun terus persaudaraan dan persekutuan, eratkan tali kekerabatan dan kekeluargaan, sebab kita semua tahu tanpa kebersamaan dan persekutuan serta kerja sama, maka usaha apapun akan sia-sia,” ucap gubernur.

Gedung Gereja Mahanaim yang ditahbiskan ini, merupakan wujud saling peduli dan saling menanggung beban, baik anak-anak jemaat GPM Bethania, demikian pula kerja keras panitia pembangunan serta topangan jemaat sekitar klasis dan dukungan pemerintah.

“Sebab, Alkitab dengan jelas menyebutkan, bahwa berdoalah dan usahakanlah kesejahteraan di negeri, oleh sebab itu gedung gereja yang baru mesti membuat umat lebih sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MPH Sinode GPM Pendeta Ates Werinnusa menambahkan, hari ini jemaat sudah menyelesaikan pembangunan gereja ditengah ancaman pendemi Covid-19.

“Selangkah ditengah ancaman pandemi, selaku gereja kita tetap bertumbuh, oleh karena itu kita musti optimis, tidak boleh pesimis, karena iman kita jaminan satu-satunya,” ucap Werinussa.

Ia berharap, umat harus tampil kedepan untuk mengawal gereja ini bukan ketua sinode atau pendeta.

Sementara itu ketua Majelis Jemaat GPM Bethania Pendeta Hendrik Purmiasa kepada wartawan mengatakan, pelayan dan jemaat GPM Bethania merasa bersyukur, bahwa ditengah masa sulit ternyata kasih Tuhan begitu besar kepada jemaat ini sehingga dapat mentahbiskan Gereja Mahanaim. “Tujuan dari pemba-ngunan ini bahwa ternyata sema-kin bertambah jumlah jemaat dan umat membutuhkan sarana pen-dukung peribadatan, oleh karena itu gereja ini dibangun sebagai representasi dari kebutuhan umat dalam beribadah,” ucapnya.

Gedung Gereja ini juga menurutnya, menjadi satu sarana pembentukan etika dan moral spiritualitas umat. (S-39)