Dinas Pendidikan, Gelar FGD Penyusunan Kurikulum Musik

AMBON, Siwalimanews – Dinas Pendidikan Kota Ambon menggelar Focus Group Discussion tentang penyusunan kurikulum musik. FGD yang dipusatkan di Lantai II Balai Kota itu dibuka oleh Walikota Ambon Richard Louhenapessy, Selasa (10/3).

Walikota dalam sambutannya saat membuka kegiatan itu mengatakan, musik merupakan karakter masyarakat Ambon, sebab kegiatan musik mulai membudaya pada masyarakat dan dunia pendidikan juga berdampak pada dimensi perdamaian, dimensi ekonomi, dimensi sosial.

Jika anak-anak telah dididik mulai dari kecil tentang hal bermusik, maka dipastikan dapat membangun sifat dan sikap universalisme, karena dengan musik dapat menghilangkan perbedaan antara ras, agama dan suku, golongan antara satu dengan yang lain.

“Anak-anak sudah terbiasa dengan menyanyi dari kecil dan itu sudah membangun sifat mereka dan sikap kebersamaan universalisme, sebab musik itu juga menghilangkan perbedaan antara ras, agama dan suku, golongan antara satu dengan yang lain,” ungkap walikota.

Dikatakan, kurikulum muatan lokal yang berbasis musik, saat ini timnya sudah disiapkan dan diharapkan program ini dapat diterbitkan pada bulan Juni, bersamaan dengan awal tahun ajaran baru.

Sedangkan menyangkut dengan kekurangan guru seni musik serta fasilitas alat musik merupakan satu hal hal penting bagi suksesnya program tersebut dan ini harus diperhatikan oleh Kepala Dinas Pendidikan.

“Terkait dengan kekurangan guru serta fasilitas musik ini jadi perhatikan. Jika Kadis Pendidikan perhatikan hal ini, maka program ini dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.

Menurutnya, untuk mensukseskan program ini, Dinas Pendidikan akan menjelain kerja sama dengan beberapa kampus seperti, IAIN, dan IAKN untuk merekrut tenaga guru musik.

Walikota berharap, saat program ini launching, Menteri Pendidikan atau Mentri Parawisata dapat turut mengambil bagian sekaligus meluncurkan program ini.

Sementara itu, penyusun kurikulum muatan lokal berbasis musik Pamela Papilaya dalam presentasinya menjelaskan, tujun dilaksanakannya FGD ini untuk menghasilkan dua dokumen penting, yakni dokumen kurikulum muatan lokal pendidikan musik dan bahan ajar.

“Kami miliki banyak potensi dan bakat tersebut, namun perlu dipersiapkan dengan baik dalam sebuah pendidikan formal dalam hal ini dipersiapkan melalui muatan lokal, pendidikan dasar musik,” tuturnya.

Ditambahkan, saat ini tim kerja telah melaksanakan langkah-langkah untuk mempersiapkan kurikulum muatan lokal yakni melakukan identifikasi keadaan lingkungan di wilayah pendidikan yang ada di kota ini. (Mg-6)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *