DBD Tinggi, DPRD akan Panggil Dinkes Ambon

AMBON, Siwalimanews – Komisi I DPRD Kota Ambon akan memangil Dinas Kesehatan Kota Ambon meminta penjelasan, terkait tingginya angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di kota ini tinggi.

Sesuai dengan data Dinas Kesehatan Kota Ambon pada periode bulan Januari sampai Juni 2020 ini tercatat jumlah kasus DBD di Kota Ambon meningkat menjadi 35 kasus dan 3 orang meninggall

Menurut Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, Morits Tamaela, pihaknya akan secepatnya memanggil Dinas Kesehatan Kota Ambon, karena kasus DBD yang terjadi di Kota Ambon butuh perhatian serius dari pemkot.

“Kita akan panggil karena penanganan DPD ini butuh perhatian serius, jangan saya pemkot perhatian Covid-19 saja, tetapi DBD juga harus diperhatikan secara serius,” jelas Tamaela kepada Siwalima¸ Selasa (6/7).

Dikatakan, untuk membahas sejumlah kasus DBD yang saat ini juga mengalami peningkatan di tengah pandemi pihaknya akan segara memanggil dinas guna untuk membahas sejumlah penanganan yang harus dilakukan kepada setiap warga yang rentan. “kalau untuk DBD ini juga nanti kita bicarakan kita akan panggil dinas untuk kita dudukan bicara,” tuturnya.

Tamaela mengungkapakan, DBD bukan merupakan penyakit yang dianggap remeh sehingga penenganan yang diberikan juga harus lebih serius sehingga tidak ada lagi korban yang meninggal yang dikarenakan DBD.

“Dan benar covid berbahaya tapi DBD juga lebih berbahaya. Dan ini fatal untuk perkembangan kesehatan masyarakat. Entah mitigasi atau pencegahan atau penanganannya itu harus tuntas, jangan setengah-setengah. pokoknya untuk urusan kesehatan kita harus maksimal dan fokus anggaran kita harus maksimal untuk itu,” tegasnya.

Ia meminta, agar Dinas Kesehatan Kota Ambon melakukan sosialiasasi menegani Covid 19 dapat dibarengi dengan sosialisasi DBD kepada masyarakat, agar semakin minim jumlah total kasus yang ada diKota Ambon.

Ia meminta, Dinas Kesehatan Kota Ambon memiliki program dan konsep yang jelas dalam penanganan kasus DBD

“Dengan paketan program-program covid ini dari baik turunan sampai tingkat desa sampai dengan Posyandu misalnya ataupun puskesmas setempat itu beroperasi ,dalam kaitan juga pencegahan covid yang berikut bisa disebarkan oleh seluruh desa untuk menginfentarisir itu kan seperti halnya yang tugas gugus jalankan bagaimana menginftarisi apa namanya potensi penduduk yang rentan sakit atau yang dalam kondisi sakit,” jelasnya.

Ia menambahkn, data-data itu harus diefektifkan sehingga dapat  termonitoring dimasing-masing wilayah atau desa, agar dapat terkontrol secara baik dan ada mitigasi atau upaya pertolongan bagi yang rentan.

Ia mengakui, sejak awal pihaknya telah mewanti-wanti agar Dinas Kesehatan Kota Ambon tetap memperhatikan DBD selain Covid-19, yang saat ini sementara berlangsung di Kota Ambon.

35 Kasus DBD

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy mengatakan, sepanjang tahun 2020 periode Januari hingga Juni 2020. Tercatat 35 kasus demam berdarah dengue (DPD) yang terjadi di Kota Ambon dan 3 diantaranya meninggal.

“Kita menerima data 35 kasus DBD selama bulan Januari hingga Juni 2020. Dan 3 diantaranya meninggal dunia,” jelas Pelupessy kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Sabtu (4/7).

Pelupessy mengakui, tahun ini penderita DBD di Kota Ambon mengalami penurunan dari tahun sebelumnya tercatat 100 kasus, hanya saja kematian mengalami peningkatan di tahun 2020 yakni 3 orang, sedangkan tahun 2019 hanya 2 orang.

“Memang lebih turun dibandingkan dengan tahun lalu, dan ini sampai bulan Juni itu ada 100 kasus dengan 2 kematian. Nah untuk saat ini sampai masuk Juli ada 35 kasus yang bulan Juni ada sekitar 3 kasus kematian,” tuturnya. (Mg-6) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *