AMBON, Siwalimanews – Dinas Kesehatan Kota Ambon diminta bekerja keras mengatasi meningkatnya kasus demam ber­darah dengue (DBD).

Sejak April hingga Juni 2021, sudah dua warga Kota Ambon me­ninggal dunia akibat terserang DBD dengan jumlah 81 kasus.

“Kami minta Dinkes Kota Ambon bekerja keras untuk mengantisipasi lonjakan kasus DBD,” ungkap ang­gota Komisi I DPRD Kota Ambon, Julius Toisutta saat diwawancarai Siwalima, kemarin.

Anggota DPRD Kota Ambon ini mengungkapkan, terjadinya lonja­kan kasus DBD dapat membahaya­kan warga Kota Ambon. Untuk itu Dinas Kesehatan Kota Ambon perlu melakukan langkah yang tepat guna menurunkan lonjakan kasus ini.

Ia mengungkapkan, Dinkes Kota Ambon harus intens melakukan fongging pada kawasan yang men­jadi lokasi penularan DBD.

Baca Juga: SDN 2 Dobo Terbengkalai, Kadis Ngaku Ditipu Kontraktor

Selain itu, petugas kesehatan juga harus gencar memberikan sosiali­sasi kepada masyarakat, agar bersama-sama mencegah sejak penyebaran virus DBD. Sosialisasi dilakukan guna menghimbau kepada masya­rakat agar selalu menerapkan 3M yaitu menguras dan menyikat tem­pat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah tempat pe­nampungan air, serta memanfaatkan barang bekas atau daur ulang.

Dinkes itu adalah ujung tombak Pemerintah Kota Ambon dalam hal menangani seluruh persoalan kese­hatan. Jangan menunggu lonjakan kasusnya dulu baru mengambil tindakan.

Politisi Demokrat ini berharap, peran aktif masyarakat bersama-sama memberantas kasus DBD sebab masyarakat tidak bisa menye­rahkan seluruhanya kepada peme­rin­tah. Oleh sebab itu masyarakat ikut sama-sama menjaga kebersihan mengantisipasi lonjakan kasus DBD.

Dua Orang Meninggal

Seperti diberitakan sebelumnya, sejak April hingga Juni 2021, sudah dua warga Kota Ambon meninggal dunia akibat terserang demam ber­darah dengue (DBD). Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy mengatakan meni­ng­galnya dua warga Kota Ambon itu berdasarkan data yang dihimpun sejak April hingga Juni 2021.

“Untuk pasien yang meninggal dunia ada di Kecamatan Baguala, satu orang meninggal pada April lalu dan yang kedua Juni ini,” kata Pelupessy kepada wartawan di Ambon, Kamis (17/6).  Tak hanya memakan korban jiwa, Pelupessy mengaku dibandingkan 2020, kasus DBD di Kota Ambon mengalami peningkatan signifikan 2021.

“Kota Ambon alami peningkatan signifikan. Hingga Juni 2021, tecatat 81 kasus DBD. Paling banyak terjadi di Kecamatan Sirimau,” ungkapnya.

Pelupessy merincikan, kasus DBD terbanyak ada di Kecamatan Sirimau, yang mencapai 43 kasus, disu­sul Nusaniwe 18 kasus, Baguala 11 kasus, Leitimur Selatan 6 kasus dan Kecamatan Teluk Ambon 3 kasus.

Untuk mengantisipasi terjadinya penambahan kasus, Dinkes Kota Ambon telah melaksanakan fogging sebanyak dua kali pada setiap ka­wasan yang menjadi lokasi penularan.

“Tindakan ini hanya efektif mem­basmi nyamuk dewasa. Se­dangkan untuk memusnahkan jentik nyamuk, warga kita harus melakukan pem­bersihan sarang nyamuk,” katanya.

Selain Fogging, Dinkes melalui Puskesmas juga melaksanakan pemberian bubuk abate gratis, bagi masyarakat untuk membasmi larva nyamuk. “Kami harap masyarakat dapat mewaspadai peningkatan Kasus DBD, dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan, terutama saat musim penghujan, dimana nyamuk lebih cepat berkembang biak,” pungkas Pelupessy. (S-52)